Posts

Showing posts from September, 2017

Memelihara Kebaikan

Image
Kau selalu bisa memilih jalan kebaikan apa yang harus ditempuh untuk menjadi muslim kaffah . Memilih puas dengan dirimu yang sekarang atau memasuki dimensi baru, sebuah ruangan yang disesaki oleh mereka yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki diri dengan mulai menapaki jalan hijrah. Ya, hijrah adalah awal dari permulaan yang baik. Sebuah alur yang mesti kau ikuti dengan susah payah. Seperti keluar dari zona nyaman menuju keterasingan yang menyuguhkan banyak hal baru, serta merta harus diterima-dijalani penuh keikhlasan. Maka setelah hijrah, ada istiqomah yang harus diperjuangkan. Sebab hal baik memang slalu butuh pengorbanan yang tidak main-main. Hijrah mungkin terasa berat namun percayalah, istiqomah jauh lebih sukar. Sebab istiqomah adalah berdiri tegak di atas prinsip hijrahmu-gigih melawan segala bentuk godaan yang akan menggugurkan semangat hijrahmu. Istiqomah berarti kau harus siap menahan diri agar kesalahan juga kelalaian di masa lalu tak lagi terulang. Bahwa...

Penyesalan Terakhir

Image
Pict source; tumblr Mungkin suatu hari nanti, aku ingin menjadi percaya bahwa apa yang kita jalani saat ini ialah nyata. Tapi sayangnya, semua itu menguap menjadi kepulan-kepulan kecewa dari sesapan kopi pagiku.  Pahit. Persis seperti tegukan terakhir kopi yang habis di sela pilu menyeruak tiba-tiba. Rasanya kata maaf takkan mampu menebus kecewamu. Aku kelu dalam ketidaktahuanku harus bagaimana? Aku terperangkap ketakutanku sendiri. Percaya ialah cara untuk merawat pertemuan yang satu-satu kita jahit dalam kenangan. Dan tetiap kata-kata yang kauberikan kini hanya termuntahkan sia-sia. Lahir menjadi kecewa.  Aku membisu bersama Harap juga angan yang kini menguap. Kenyataan terlanjur berbuah sesal. Ego adalah tokoh antagonis yang bekerjasama dengan waktu-pelan-pelan mencurimu dariku. Seketika sesak menjalari tubuhku.  Aku sadar betul, kita sama-sama ingin merentas jalan yang sama; bermuara di lautan kenangan. Namun, itu dulu. Sebelum kering dimakan ole...

Titik Balik

Image
Selepas begitu banyak hari penuh keresahan, kini kutemukan kembali diriku seperti hari kemarin; penuh semangat sebelum ada perasaan yang pernah begitu menginginkanya. Aku seolah terlahir kembali. Dengan tekad dan juga sebuah prinsip yang akan kugenggam lebih erat lagi agar tak perlu ada kesalahan masa lalu yang berulang. Cukuplah ia menjadi pembawa pesan tentang melepaskan juga mengikhlaskan dengan sepenuh hati. Aku memilih pergi walau harus dengan pura-pura seolah aku tak peduli lagi akan sgala hal tentangnya. Semoga ia paham jika berjarak menjadi hal yang mesti kutunaikan sebagai sebuah usaha menanggalkan rasaku. Berada di posisi seperti ini tak pernah menjadi perkara mudah, bahkan teramat sukar hingga tangis kerap menjadi ritual yang membersamai sepertiga malamku. Aku kalut dalam rasa penuh dosa. Menangis sesenggukan dengan sesal yang kuharap tak sekedar menjadi pelajaran berharga tapi juga sebagai jalan tuk kembali mendekati-Nya dalam sungguh-sungguh mengharap ...

Memahami

Memahami itu indah . Setuju banget. Sebab menjadi manusia sosial kita dihadapkan pada kenyataan yang mau tidak mau harus kita jalani-sekali pun itu sesuatu yang tidak kita inginkan sama skali. Termasuk perihal memahami. Sebagai seorang introvert, k egiatan sehari-hari sangat bergantung dengan planner plus dengan alarmnya.  Maklum, aku agak pelupa sehingga harus slalu diingatkan dengan banyak cara ( read: alarm schedule harian lengkap dengan prioritas berupa sticknote warna warni yang tertempel di mana saja ), selalu saja butuh metime dan kadang merasa frustasi jika tak terpenuhi karena banyaknya kegiatan di luar rumah. Gak mau rempong dan memang terbiasa mengerjakan sesuatu sendirian-dan juga sangat tidak suka terdistraksi dengan banyak chat-atau pun telfon hingga 24 jam hpku mode silent demi meredam bunyi notifikasi yang slalu menyesaki hp. Dengan kepribadian seperti ini, tantangannya jelas; Aku mesti memposisikan diri sebagai seseorang/teman yang harus slalu meni...

Kau; Ujian Hidup

Image
Nyatanya, kau masih saja setia bertahta di selasar harapku. Sebagai sosok yang kukagumi dalam harap yang masih abu-abu. Tentang sekumpulan ketidakpastian yang masih saja merantai inginku, juga perihal masa depan yang begitu lancang kuimpian-bersamamu. Ketahuilah, meski dengan hati yang berantakan aku tetap memilih untuk mengubur tiap harapan yang dulu slalu kupelihara dalam doaku. Sebab aku sungguh-sungguh ingin menghapus namamu dari sesuatu yang pernah begitu istimewa. Namun, tak kusangka akan sesukar ini. Kau tak tahu betapa sulit menganggapmu sama seperti orang lain. Sedang kau? terlihat baik-baik saja. Bagaimana bisa kau begitu lihai melakoni pura-pura yang begitu nyata seperti itu? Tak bisakah kau menolongku? Ajari aku menatap matamu dengan degup jantung yang normal. Ajari aku agar di dekatmu bisa terasa biasa saja. Tapi kata orang, bukan cinta jika tak seperti itu. Entahlah… Antara ingin bersitatap j...

Teruntuk Kamu; sesal yang tumbuh di halaman masa lalu

Image
Hari ini kau akan kehilangan seluruh hal tentangku. Kala tulisan-tulisan yang pernah berisi namamu tak bisa lagi kau temui di mana pun. Bahkan di atas kertas sekalipun; tempat yang sebelumnya selalu rutin kusinggahi tuk sekedar menampung rajutan kataku. Pun, linimasa maya milikku juga takkan sudi lagi dititipi beragam prosa merapuhkan yang seluruhnya hanya tentangmu. Percayalah, aku betul-betul berhasil menghapusmu dari angan, harapan, juga mimpi yang sempat kutangisi berulang kali. Semoga kau paham jika perempuan selalu memiliki caranya sendiri untuk memulihkan diri dari setiap luka yang menggerogoti hatinya. Dan untukku, merutinkan doa dan usaha yang sungguh-sungguh adalah satu paket yang tengah kuperjuangkan kini. Mengapa? Aku hanya takut jika Tuhan menghabisi usiaku dengan hati yang penuh noktah, dosa perasaan karena khilaf pernah mencintaimu dengan cara yang salah. Kau mungkin saja orang yang tepat namun karena waktu yang belum saatnya, memb...

Sebuah Pilihan

Image
Aku pernah berada di titik paling genting tentang hidupku yang sepertinya sedang berjalan menjauhi titik kebaikan. Kala itu keresahan menjadi makanan sehari-hariku. Atas sebuah pilihan yang berhasil melahirkan dilema panjang. Antara kebaikan dan keburukan yang entah di mana sekat antara keduanya. Sebenarnya aku hanya merencanakan sesuatu yang baik tapi nyatanya yang kulakukan justru tercemar oleh banyak hal tidak baik, meski tujuannya masih baik. Ahh... agak sulit tuk membahasakannya, sebab terlalu banyak kontradiksi yang bermain dan aku pun masih kesulitan membahasakannnya. Sebut saja, saat itu adalah fase yang lumayan krisis dimana aku mulai hilang kendali menyikapi pergaulan sehari-hari atau setiap interaksi dalam ranah kampus. Sebab menuntut ilmu, ujiannya memang berat, apalagi untuk perempuan sepertiku yang berada di lingkungan tak sekondusif sebelumnya (read; dulu waktu hidup berasrama tanpa ada yang namanya ikhtilat ). Paling ringkasnya begini; aku nyaris lupa akan p...

September, Tentang (J)atuh dan Episode yang Memilukan

Image
September dan sebuah rasa yang tak lagi mampu kubahasakan dengan sederhana. Sebab logika yang lagi-lagi enggan berperan-atau mungkin aku yang terlampau sulit memberinya ruang walau sekedar tuk memikirkan sebab-akibat paling buruknya. Aku terlanjur kacau-nyaris tak tahu harus bagaimana-sembari merutuk diri dengan sebuah tanya “Mengapa terlalu mudah larut dalam pesonamu?” Mengapa namamu slalu saja menggema di keheningan atau pun riuhnya kepalaku? Mengapa tak pernah mudah jika itu tentang mengambil langkah-menjauhimu?   Mengapa dan mengapa yang lain terus saja menyesaki benakku. Aku seolah lumpuh di hadapan “sesuatu” yang aku pun entah harus menyebutnya apa. Apakah memang aku tengah terjebak dengan hal semacam “suka, kagum atau cinta (yang katanya menempati kasta tertinggi perasaan) ? Batinku sibuk mencari jawaban. Aku tak tahu. Perihal rasa mengapa harus namamu yang menjadi tuannya. Aku tak paham di bagian mana yang membuatku jatuh. Ketahuilah, aku bukan perempuan yang mudah...

Review: Pertanyaan Tentang Kedatangan

Image
Pertanyaan Tentang Kedatangan by Azhar Nurun Ala My rating: 0 of 5 stars Ada waktu kita saling menunggu. Menebak-nebak keajaiban macam apa yang sudi menghampiri dua manusia penuh dosa yang terlanjur jatuh cinta. (Pada halaman yang entah ke-berapa) Seperti tiga buku terdahulunya, penulis slalu lihai mengaduk-aduk perasaan pembaca, dengan diksi-diksi serta metaforanya yang seolah kefein, bikin menagih. Saya membaca buku ini hanya sekali duduk dan tepat di lembaran-lembaran terakhir, di bagian paling manis menurut saya, rasa haru menyeruak, nyaris membuat mata bergerimis. Mungkin karena ini kisah nyata penulis hingga saya seolah ikut merasakan perihnya pertanyaan-pertanyaan tentang kedatangan yang terus saja diulang-ulang dimana-mana. Hmm... Sungguh kisah romantis yang berbuah manis. Saya tambah yakin jika Tuhan slalu saja menampakkan indahnya skenario yang ditulisNya. Ada waktu kira jatuh cinta. Ketika tak cukup lagi rasa digema dalam kata. Ketika rembulan slal...

Review: Sebelum Sendiri

Image
Sebelum Sendiri by M. Aan Mansyur My rating: 4 of 5 stars Rumit yang bisa dibahasakan dengan sederhana. Puisi kadang seambigu ini. Dan saya belum mampu memahami beberapa bagian rumit yang dikatakan sederhana oleh penulis. Singkatnya saya masih lebih suka membaca puisi terang dibanding gelap. Menemukan makna kadang tak mudah. Subjektif sebenarnya cuman saya termasuk agak kompleks untuk menanggapi sebuah buku. View all my reviews

Merangkum Agustus Dalam Kata

Image
Agustus; Bulan kelahiranku juga bulan kemerdekaan negaraku. Cukup banyak hal yang berubah selepas kutanggalkannya usia 20. Di sepuluh pertama ada senyum penuh kemenangan, aku merasa sedang berada di titik betul-betul mencicipi musim semi. Memang Agustus kali ini kuakaui lebih berkesan dibanding Agustus yang lalu. Lalu ada pula 18 agustus yang kurayakan dengan menuntaskan tantangan 21, hingga pada acara PKM berhujung kolab yang tertunda. Dan jangan lupakan sebuah kebohongan dengan sepasang kecewa yang memilukan. Pertama yang mengesankan adalah tentang dua hari dua malam penuh perjuangan menyusun laporan penelitian di penghujung 10 pertama agustus. Pengalaman luar biasa mengejar deadline yang sungguh-sungguh menjadi pengalaman tak terlupakan. Bersama dua orang teman sekelompokku kuhabiskan dua hari super melelahkan karena laporan yang membuat kami lupa bagaimana rasanya tertidur nyenyak atau sekedar duduk-duduk santai menyantap sarapan.  Sempurna dua hari yang super genti...