Perempuan dan Tulisan Terakhirnya
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiiun ...” Speaker masjid baru saja meneriakkan kabar duka—lengkap dengan nama almarhum beserta alamat rumahnya. Memang, tidak ada yang salah dari seseoraang yang baru saja wafat, hal yang biasa saja dan sudah terulang berkali-kali. Setiap ada kematian speaker mesjid pasti akan mengumumkannya kepada khalayak. Itu dilakukan kapan saja; pagi, siang malam bahkan subuh sekali. Tidak ada yang ganjil kecuali tentang dua hal yang kini membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Berita duka kali ini datang di hari jumat. Dan aku sangat mengenal siapa pemilik nama yang pergi subuh ini. Selepas bunyi speaker masjid tadi, sekelilingku kembali senyap. Aku merasa lemas. “Bagaimana mungkin?” Beberapa detik duniaku seperti berhenti bergerak. Aku hampir-hampir tidak percaya apa yang baru saja kudengar. Aku syok, mataku berkaca-kaca, tak kuasa lagi menahan diri untuk tidak menangis. Aku duduk, sesenggukan, berusaha mencerna perasaan yang entah harus bagaima...