Posts

Showing posts with the label Reminder

Perbaikan Dimulai Dengan Ilmu

Image
Titik Nol • Pembersihan Jiwa • Oleh Ustaz Agus Al Muhajir Rahimahullah • Faithamins Podcast Jumat pagi saya melihat Instagram story seorang penulis tumblr yang selama ini sering saya jadikan salah satu rujukan mengambli bacaan. Saya selalu suka dengan kutipan dari buku yang biasa diunggah berserta kalimat reflektifnya. Lalu pagi itu, saya menemukan link podcast di Igs beliau yang langsung mengarahkan saya ke Spotify. Satu jam lebih pembahasan yang membuat saya tercenung cukup lama, menulis ulang semuanya agar bisa menjadi pengingat diri, catatan yang cukup panjang yang membuat saya merasa harus membagikannya agar orang lain pun bisa ikut meneguk nikmatnya ilmu. Ada pun pembahasan podcast ini tak jauh-jauh menyinggung hal yang begitu penting bagi para penuntut ilmu, seperti: Tiga adab menuntut ilmu (agar mendapatkan ilmu berkah) 1. Adab terhadap diri sendiri 2. Adab terhadap sumber ilmu 3. Adab terhadap ilmu itu sendiri Ketiganya betul-betul diperlukan, tentu agar menghadiri...

Teruntuk Diri Sendiri

Image
Dear Aira .... Seringkali kenyataan tak semewah yang kauharapkan, tapi semoga saja itu tidak sampai melumpuhkan kesabaranmu, membuatmu tenggelam dalam kesedihan yang menghapus senyuman. Manusia memang tak bisa memesan takdir sesuai keinginannya, namun hati yang ia miliki diberi kemampuan hebat untuk menerima setiap baik-buruk kehendak-Nya. Kau tahu, hati adalah pemberian Tuhan paling berharga. Di sana diletakkan-Nya kesempatan agar kau selalu bisa membenahi hidupmu. Tuhan akan mencintai dan menilaimu dari bagaimana hatimu. Karena itu, kau harus memiliki hati yang cantik. Hati paling laut, yang luas kesabarannya tak berbatas. Hati yang tetap akan baik-baik saja meski pernah dilukai berkali-kali, ditumpahi berkubik-kubik kecewa, dihunjami derita, hingga sebanyak apa pun perasaan duka takkan sampai mematahkannya.  Jangan berhenti mendidik hatimu agar menjadi hati yang akan menyelamatkan dunia dan akhiratmu. Raa, bersyukurlah sebab di antara begitu banyak hal yang berk...

26 hal yang kutulis dari siang sampai sore hari ini

Image
1. Jangan terlalu sering mengunjungi masa lalu. Tidak apa-apa sesekali menengok ke belakang untuk berefleksi, tapi jangan lama-lama, berbahaya. Lebih baik fokus melihat ke depan. Susun rencana, hati-hati melangkah. Masih banyak hal yang bisa diusahakan, masih ada bagian-bagian yang perlu dibenahi, masih banyak kesempatan yang layak diperjuangan. Masa depan itu masih suci, jaga ia sebaik-baiknya.  2. Biasakan untuk lebih sering bilang Alhamdulillah —bersyukur setiap saat, untuk hal-hal kecil sekali pun.  3. Jangan berhenti belajar. Ilmu-Nya begitu luas, takkan cukup usia untuk mencicipi semuanya. Belajar setiap hari, dari mana pun, dari siapa pun.  4. Mulai sekarang juga—apa pun itu yang ingin kau kerjakan. Bergegaslah, jangan menunda. Jika tidak bergerak, kau tidak akan ke mana-mana. 5. Daripada berusaha mengesankan orang-orang lebih baik mulailah melakukan apa saja yang akan membuatmu terkesan dan bangga dengan diri sendiri.  6. Tulis semuanya di atas ke...

Menulis adalah menjaga kewarasan

Kata-kata yang ditulis bisa jadi untuk menguatkan diri sendiri, menjadi sebentuk perlawanan juga pembelaan harga diri, dan sebuah cara tuk membebaskan segala hal yang sulit dibicarakan. Sebab terkadang, keterusterangan yang dilontarkan lewat lisan, dengan emosi yang tak terbendung akan menjauhkan seseorang dari kehati-hatian memilih kata, dan seringnya akan keluar kalimat, yang meskipun benar tapi karena penyampaiannya yang kurang santun, maka tidak bisa jika tidak menyakiti siapapun yang mendengarnya. Kejujuran kadang memang pahit dikatakan, namun menuliskan semuanya dengan penuh kelembutan dan pengertian serta kehati-hatian agar tak salah memilih diksi tentu saja akan membuatnya lebih mudah diterima dan memperkecil kemungkinan timbulnya luka (tentu saja lebih baik dihindari).  Jadi, meski lebih sulit, kau tetap memilih menuliskan seluruh keresahanmu dan kau akan tetap dalam diammu yang tenang hingga emosi beserta kata-kata kasar cukup dikunci dalam benak. Kau tak ingin melemparka...

Ujian

Image
“Apakah manusia mengira telah beriman hanya dengan mengatakan; kami beriman,” sementara mereka belum diuji.” (Al ankabut [29]: 69) Sederhananya: ujian hadir untuk menyeleksi keimanan seseorang. Sebab dalam situasi yang pelik saat berhadapan dengan sebuah ujian manusia selalu mempunyai dua pilihan: berputus asa dan memilih jalan yang hanya akan merugikan dirinya sendiri atau justru memilih berusaha semaksimal kemampuan, berdoa dan tetap bersabar sesulit apa pun ujian yang dihadapi hingga akhirnya ia mampu survive dan ujian itu berlalu sebagai pelajaran berharga yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. “Berat atau ringan sebuah ujian sebenarnya tidak diukur dari besar kecilnya. Tapi diukur dari perjuangan menghadapinya. Semua ujian itu berat selama tidak dihadapi dan semuanya menjadi ringan apabila dihadapi. Beratnya ujian yang menimpa umat sekarang bukan karena besarnya ujian itu melainkan karenan ringannya iman dan semangat juang mereka.” (Buku Rahasia ...

Menjadi Penjahat

Image
“Andai saja, tidak menyelesaikan apa yang sudah kita mulai adalah suatu kejahatan, mungkin kita semua sudah layak untuk dipenjarakan.”   Speechless ... pas baca ini di salah satu tulisan masgun (penulisnya Hujan Matahari). Tiba-tiba aku merenungi satu kalimat yang kini membuatku terasa ter tampar.  Memang, manusia seringkali berani mengambil sebuah pilihan dalam hidupnya. Lalu mulai melangkah perlahan. Dan karena beberapa alasan , ia kemudian berhenti. Langkahnya tertahan lama. Bahkan ada yang kemudian memilih tak menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Tentang hidup, kita terus bergerak. Melakukan banyak hal untuk mengisi tiap detik yang amat terbatas ini. Karena sejatinya, dunia memang hanya sebuah perjalanan menuju tempat abadi. Lalu kenapa, kebanyakan kita (termasuk aku) masih sering memulai sesuatu tapi tidak mampu menyelesaikannya? Setiap orang punya jawabannya masing-masing. Andai saja, tidak menyelesaikan apa yang sudah kita mulai adalah suatu kejah...

Di Pertigaan Lampu Merah

Image
Tulisan kali ini bukan pengalaman paling berkesan di pertigaan lampu merah. Di pertigaan lampu merah, tidak lain hanya salah satu dari banyak hal yang ingin kutuliskan saat dalam perjalanan. Entah kenapa, setiap berada dalam perjalanan selalu saja ada hal yang kupikirkan . T erkadang, karena terlalu sibuk dengan pikiranku, aku malah tidak sadar jika sudah tiba di tujuan.  Aku selalu memikirkan banyak hal lewat apa saja yang disuguhi jalan sepanjang mata memandang. Dan tak jarang apa yang kupikirkan akan menjadi buah ide untuk sebuah tulisan termasuk saat di suatu siang menuju kota kelahiranku. Sebuah perjalanan Maros—Makassar, t epatnya  di pertigaan lampu merah , asal mula g agasan tentang tulisan kali ini.  Saat itu lampu merah di pertigaan jalan membuat setiap kendaraan kompak berhenti , patuh pada salah satu rambu-rambu lalu lintas. Fokus mataku menangkap objek yang seketika membuatku tertegun beberapa saat. Seorang anak perempuan yang jika dilihat dari pos...

Refleksi Hati

Image
Begitu banyak pelajaran hidup dari setiap keping peristiwa yang kita lalui, juga orang-orang yang pernah kita temui. Entah oleh ia yang hanya sekedar singgah, ataupun yang memilih menetap. Kepada setiap orang yang pernah hadir membawa pelajaran berharga, terima kasih. Dikecewakan dalam bentuk harapan adalah hal yang biasa, namun tiap orang selalu punya cara tersendiri untuk menenangkan hatinya. Kita hanya perlu berhati-hati perihal harap-mengharap, apalagi kepada seseorang yang tak mampu menjaga harapan yang dititipkan padanya. Jangan biarkan dirimu patah oleh ekspektasi yang melangit . Itu terlalu menyakitkan. Karena begitu banyak manusia yang terlalu sibuk dengan sakit hatinya hingga ia lupa untuk kembali menata hidupnya, juga harapanya. Memang sulit mengusir jauh sesal yang berjejal, meninggalkan beberapa asa dan segera melangkah menjauhi luka. Maka biarkan setiap rasa sakit membuatmu lebih bijaksana dan dewasa. Kadang, pelajaran berharga malah kita pe...