Posts

Showing posts from October, 2018

Bagaimana?

Image
Kadang, kita masih mencintai seseorang meski tak pernah memiliki kesempatan bersamanya. Lalu, seriuh apa pun hari dijejali beragam kesibukan, tetap saja ada celah yang menghadirkan perasaan rindu. Kita tidak sadar jika ia adalah ingatan yang tidak pernah kehilangan tempat.  Maros, 29/10/18

Mencintai Diri Sendiri

Image
Kadang kita merasa muak dengan diri sendiri, merasa tidak berharga sampai membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, lantas merasa tidak seberuntung mereka. Kita merasa sangat payah karena mungkin belum bisa seberhasil orang-orang di sekitar kita. Secara tidak sadar kita sedang merawat pikiran-pikiran buruk juga perasaan negatif yang justru malah membuat kita semakin terpuruk. Kita lupa satu hal yang sangat penting: mencintai diri sendiri. Seperti tahap self-acceptance dalam istilah psikologi. Jujur saja, saya pun pernah atau bahkan sering merasakannya. Berada di fase begitu sulit menerima dan mencintai diri sendiri. Merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan saya lalu mulai memaki setumpuk kekurangan saya, atas begitu banyak kekeliruan atau pun kesalahan yang sudah saya lakukan hingga akhirnya muncul perasaan tidak tertarik lagi melakukan apa-apa. Rasanya hanya ingin tertidur panjang dan tidak perlu meributkan isi kepala atau pun sekitar saya. Sungguh, sebuah situasi yan...

Mungkin Memang Takdir

Image
Mungkin memang takdir, kita melangkah dari titik yang berbeda menuju pertemuan-pertemuan yang sama. Mungkin memang takdir, kita berada dalam satu ruang yang entah harus kusebut apa. Di sana kita banyak berbicara tentang apa aja. Kadang-kadang serius, sesekali begitu membingungkan dan seringkali kita pun tak tahu percakapan apa yang tengah memutus jeda. Mungkin memang takdir, kita harus perpijak di waktu-waktu yang begitu pelik. Berjibaku dengan diam yang panjang, menerka-nerka isi kepala, lantas begitu sangsi melayangkan tanya. Kadang, jarak begitu memuakkan, namun dari sana rindu terus bertumbuh, dari hari ke hari berusaha mendewasakan perasaan. Mungkin memang takdir, kita membuat kesalahan agar paham jika maaf adalah sesuatu yang tak boleh habis di antara kita. Sebab kita tak pernah tahu, kekeliruan apa lagi yang kelak akan menyodorkan luka, bukan? Mungkin memang takdir, kita terjebak kepada hal-hal yang tidak pernah kita harapkan. Seperti berjalan dari ragu ke ragu, berdiam bersa...

Oktober dan Hal-hal Sebelum Subuh

Image
Selepas pukul dua belas adalah saat yang tepat untuk merasakan sepi. Begitu menurutku.  Mungkin karena beberapa jam sebelum subuh adalah waktu paling kusuka, saat kebanyakan manusia terlelap dan dunia menjadi sedemikian sunyi. Sejujurnya aku tak pernah betul-betul merasa sepi sebab aku selalu ditemani dengan suara-suara dalam kepalaku. Di sana kata-kata selalu berisik. Keramaian yang tak mengizinkan lelap, walau sekedar datang mengetuk pintu kamarku. Saat mengetikkan kalimat ini jam sudah menunjukkan pukul satu lewat sekian menit. Almanak 2018 sudah berganti judul. Oktober kesekian. Dan sepertinya aku semakin menyukai malam seperti aku mencintai pagi. Mungkin lebih tepat jika kukatakan tengah malam. Saat aku betul-betul menikmati apa saja yang mendatangkan kebahagiaan dengan cara-cara paling sederhana seperti .... Menyimak sebuah lagu yang kadang begitu mudah menarik ingatan menuju masa lalu. Di banyak momen yang tak pernah betul-betul kulupa dengan baik. Mendadak malam terasa ...