7:36 pm
Suatu waktu dalam hidupmu. Kau tidak merasa apa-apa, atau lebih tepatnya “mati rasa”, mungkin. Riuh sunyi seperti kehilangan definisi, pun harapanmu tentang keberadaan seseorang atau ketakutanmu ditinggalkan, dijauhi, tidak lagi dianggap, atau apa pun bahasanya, kau tak peduli. Bagimu, segala sesuatunya sudah menjadi bagian-bagian yang terlempar jauh dari wilayah kekhawatiranmu. Kau tak memedulikan waktu, bahkan ketika angka-angka di almanak tahun ini semakin mendekatkanmu pada kematian. Orang-orang tidak lagi memiliki tempat di pikiran dan perasaanmu. Hanya ada kamu, ruang kosong dan isi kepala yang sepi. Entah di mana kata-kata yang kemarin sedemikian berisik menuntutmu mencatat banyak hal; penyesalan, luka, dan segala yang merampas bahagiamu. Kau muak dengan manusia dan ketidakmampuanmu menjadi manusia. Kau memang kurang—selalu, kurang manusia. Kau sadar, kau sudah berlaku semau-maumu, melukai orang lain, menyakiti dengan seluruh pengabaianmu, dengan diammu, dengan jawaban-jawa...