Posts

Showing posts from January, 2022

Igauan: Apa yang Kupikirkan Saat Terjaga Pukul Dua Dini Hari

Image
Mungkin orang-orang di sekitarmu memandangmu sebagai bagian dari kegagalan. Seseorang yang telah memenuhi seluruh kriteria tuk dijadikan sasaran empuk bagi sederet pertanyaan menyebalkan  miskin empati. Kapan ini, kapan itu? Kenapa kau begitu terlambat? (dalam segala hal; entah soal jodoh, karir, studi, ataupun pencapaian lain yang kebanyakan orang di usiamu sudah jauh melewati masa itu). Daripada menceracau panjang lebar tentang beragam benturan dan hambatan yang sudah memenuhi jalanmu (karena rute perjalanan hidup setiap orang beda-beda; ada yang semulus tol, ada pula yang berliku, curam, penuh lubang dan tanjakan tajam), rasanya akan lebih baik jika menjawab seadanya, sepaket senyum ramah dan pura-pura santai. Karena terkadang, percuma saja membela diri dengan segala alasan dan argumen yang ujung-ujungnya malah disalahpahami. Kau tahu betul, ada banyak tipe manusia yang cenderung hanya mampu melihat kelemahan terbesar orang lain lantas menghakimi berdasar sudut pandangnya yang ...

Satu Pekan Sebelum Hari Ini

Image
Di langit sedang terjadi banyak ledakan, bersinar terang penuh warna. Orang-orang merayakannya sedangkan kau memilih tidur, karena bagimu, tidak ada bedanya dengan ratusan malam yang sudah sudah. Namun, pada akhirnya kau pun terbangun oleh keriuhan malam tahun baru. Suara petasan begitu berisik hingga mengusik tidur nyenyakmu, kau melirik jam: pukul dua belas malam lewat sekian menit. Tahun memang berganti tapi dirimu tidak; kau masih terbangun di tubuh yang sama, dengan memikul masalah-masalah yang sama dan sederet rencana yang masih sama dengan tahun lalu. Jika ada yang berubah mungkin hanya bobot tubuhmu yang akhir tahun ini merosot jatuh, timbangan semakin ke kiri. Beban tubuh hilang bersama beban hidup yang kian hari terus bertambah.  Kau tidak punya perenungan khusus sebab beberapa waktu terakhir, kau sudah habis-habisan merenungkan seluruh hidupmu, hingga ke bagian terkecil. Desember menjadi bulan yang begitu melankolis yang menghadirkan banyak hujan dari matamu. Kau tidak h...

2022; Januari yang Murung

Pada akhirnya, kau yang tak mengizinkan dirimu ditemukan siapa pun. Kau terlanjur nyaman; dalam sunyi dan diam, di antara mimpi buruk dan realita yang pelik. Kau tidak sedang menunggu apa pun, atau siapa pun; sebab penantian terlalu pedih jika itu tentang seseorang. Dan kau pun berhenti berharap, hanya tuk menyelamatkan diri dari kecewa yang meruntuhkan ketegaran. Sudah Januari. Kau tidak memulai apa-apa. Kau bahkan tidak tertarik dengan tantangan yang sudah rutin kau taklukkan dari tahun ke tahun. Rasanya .... kosong. Dan terlalu menyesakkan tuk dibicarakan. Jadi, apa yang akan kau lakukan? Istirahat setenang mungkin. Memutuskan diri dari hiruk pikuk dunia. Pulang, ke dalam dirimu. | 10:13 pm (dalam kegelapan dan hening kamar)