29 dan perkara-perkara yang lalu
Aku menyebutnya ritual tahunan sebab satu kali dalam setahun, aku ingin betul-betul menikmati setiap detik dalam 24 jam sehari yang akan mengingatkanku banyak hal. Hari kelahiran. Hari yang sebenarnya biasa saja namun selalu menghadirkan semacam emosi khusus yang membuatku merasa wajib menyempatkan diri untuk duduk tenang dan mulai merenungkan hidup sebelum mencoba menulis sesuatu, semacam kontemplasi ataupun sekadar menceritakan kembali masa lalu yang selalu mendatangkan rindu. Waktu memang melesat cepat, aku tiba di umur dua puluhan akhir. Sudah begitu banyak yang terjadi dan bank ingatan kian sesak dengan memori dan segala macam perasaan yang menyertainya. Orang-orang datang dan pergi. Satu fase berganti dengan fase lain. Beberapa hal selesai sementara hal lain baru dimulai. Dan di antara seluruh waktu yang berlalu dengan ragam peristiwa, ternyata aku terus saja merindukan masa lalu. Waktunya bernostalgia. ...