Pukul 9:18 am. Posisi lagi rebahan karena si putih lagi-lagi kumat. Kibornya kesurupan, ngetik sendiri—tapi karena dia memang sudah sepuh dan sangat berjasa, dimaafkan. Aku pindah menulis di hp. Sekian intro tidak penting tulisanku.
Life update?
Tiga pekan pertama tahun yang dar der dor. Terasa cepat sekaligus lambat jika diukur dari penantianku agar Januari segera selesai dan aku bisa lepas dari sesuatu. Banyak sekali keluhan tapi syukur masih setengah mati kuupayakan. Astagfirullah. Walau tahun ini diberi banyak luka fisik, setidaknya aku belajar satu hal; jangan remehkan luka, seringan atau sekecil apa pun. Yap, aku struggling sepekan karena luka di kaki yang awalnya hanya lecet habis kena genangan air hujan di jalan, gatal, digaruk sampe puas, lanjut main ke pantai dan tiba-tiba saja jadi merah dan lebih menyakitkan. Tidak apa-apa, jadi pengalaman baru untukku; ke apotek membeli obat-obatan basic, untuk membersihkan sekaligus merawat luka dengan benar.
Meski punya bestie dokter yang tidak pernah keberatan diganggu, dengan kesadaran penuh kuhanya mengandalkan chat gpt (kalo ketahuan pasti kena omel, haha) demi menyelesaikan masalah luka ini. Alhamdulillah, setelah instruksi spesifik dari Ai, sekarang aku sembuh. Sisa bekas yang tidak buruk-buruk amat, pasti akan hilang seiring waktu.
Tiba-tiba jadi lebih waspada mengingat (barangkali) faktor "u" tubuhku tidak lagi sejago dulu melawan luka, kulitku ternyata bisa sangat rewel karena aku mengabaikan sensitivitasnya—padahal aku tidak secuek itu seandainya malam itu posisiku tidak lagi staycation dengan kawan SD. Dalam hati; nanti juga bakal pulih sendiri, gak expect sama sekali akan berujung lumayan serius meski tetap saja terhitung luka ringan. Oh ternyata aku lebih kebal luka batin dibanding fisik **simpulan apa ini? Hahah
Life update. Masih berjuang mempertahankan ritme belajar, meski online ternyata susah juga menjaga komitmen saat yang kau andalkan hanya diri sendiri. Tidak ada kawan seperjuangan. Maklum, lagi ikut belajar mandiri. Motivasi buat tetap stay dengan segala perjuangannya karena ini berbayar dan cukup lama, tiga bulan. Kalo aku serius pasti hasilnya lumayan. Bagus banget gak tuh motivasinya.
Kemudian ... Sejujurnya aku mau menulis tentang buku-buku tahun lalu tapi materi seputar buku tidak akan bisa kuketik selincah ini, jadi yaa, kutunda dulu. Butuh effort sendiri nanti. Belum lagi tulisan lain yang masih antri di draft, sementara aku masih lebih nyaman nulis di akun Tumblr yang hanya diketahui segelintir manusia. Kaget juga, sudah ada 700-an postingan sejauh ini. Semua tulisan refleksi harian, misuh, isi pikiran acak dan momen random. Hal-hal yang memalukan dibaca orang lain tapi sangat menyenangkan untukku yang menjadikan menulis sebagai katarsis.
Rasanya sudah agak panjang, maka biar kututup tulisan ini dengan satu pertanyaan dari seseorang di kelas kemarin sore;
What goals do you want to achieve in the next five years?
Me: My goals may sound simple, but in the next five years I want to a happy life, keep my body & mind healthy and continue growing as a person. Staying mentally healthy is already a big achievement. Alhamdulillah indeed.
Tapi sejujurnya itu bukan jawaban versi panjangnya karena jika ditulis akan capek pastinya.
—Makassar yang masih kelabu
