Posts

Ramadan Seperti Mesin Waktu

Image
Ramadan dan kenangan-kenangan yang memburam... Ramadan selalu menghadirkan rindu. Kerinduan yang tak selalu bisa dibicarakan—entah sebab kenangan akan ramadan terasa terlalu personal atau memang rasa rindu terkadang begitu abstrak.  Tahun ini adalah ramadan ke-30 dalam hidupku. Pertama kali dalam hidupku pula, puasa tidak bersamaan dengan mama. Meski sudah bukan pertama kali kami tidak sahur bersama karena beda tempat, tetap saja rasanya berbeda. Ah, rupanya pelajaran pertama yang kuterima di ramadan ini adalah tentang menerima perbedaan dari orang yang tak disangka akan memiliki pilihan ataupun keyakinan yang tidak lagi sama (soal penentuan puasa). Sejujurnya aku tidak tahu apa yang ingin kutulis selain rindu-rindu yang begitu panjang akan masa lalu. Aku yang begitu mahir menyimpan kenangan, begitu senang memutar ulang kilas balik hidup hingga meneteskan air mata tanpa sadar. Begitu melankolis—hal hal yang bernama masa lalu itu, khususnya masa kecilku. Aku rindu. Ramadan ketika it...

29 dan perkara-perkara yang lalu

Image
Aku menyebutnya ritual tahunan sebab satu kali dalam setahun, aku ingin betul-betul menikmati setiap detik dalam 24 jam sehari yang akan mengingatkanku banyak hal. Hari kelahiran. Hari yang sebenarnya biasa saja namun selalu menghadirkan semacam emosi khusus yang membuatku merasa wajib menyempatkan diri untuk duduk tenang dan mulai merenungkan hidup sebelum mencoba menulis sesuatu, semacam kontemplasi ataupun sekadar menceritakan kembali masa lalu yang selalu mendatangkan rindu. Waktu memang melesat cepat, aku tiba di umur dua puluhan akhir. Sudah begitu banyak yang terjadi dan bank ingatan kian sesak dengan memori dan segala macam perasaan yang menyertainya. Orang-orang datang dan pergi. Satu fase berganti dengan fase lain. Beberapa hal selesai sementara hal lain baru dimulai. Dan di antara seluruh waktu yang berlalu dengan ragam peristiwa,  ternyata aku terus saja merindukan masa lalu. Waktunya bernostalgia.                     ...

Untuk Mima'

Image
Kuawali tulisan ini dengan salah satu kutipan yang pernah kubaca di sebuah blog: “The best love is when you find someone who makes your Imaan rise, who makes you more pious, and who helps you here in the dunya. Because that person wants to meet you again in Jannah.” Siapa sangka, Mim. Untukmu—inilah waktunya, bertemu dengan seseorang yang insyaallah akan membersamai hingga ke syurga; seorang pasangan yang semoga adalah sosok dewasa dalam membimbing dan mengayomi. Semoga dia mampu menjadi qowwam yang penuh kasih sayang, seorang suami dan calon ayah yang berdedikasi dan penuh tanggungjawab. Mim, musim penantianmu—yang sudah cukup lama kini berakhir;  hikmah ending, dengan seluruh pemahaman baiknya.  Setelah sekian hari yang penuh ujian perasaan dan jebakan prasangka yang seringkali menggoyahkan keyakinan terhadap takdir-Nya, finally … Allah tunjukkan momen paling tepat versi-Nya. Barangkali memang begitulah cara terbaik Dia menulis skenario ceritamu; terlihat berliku tak b...

Turning 28

Image
Bagiku, hari kelahiran selalu menjadi waktu terbaik untuk berefleksi sekaligus menjadi momentum yang tepat tuk mengupayakan perubahan; menjadi versi yang lebih baik lagi. Sebab ada banyak hal yang masih harus dibenahi. Ada harapan-harapan baru yang masih harus dirawat. Ada prasangka baik yang harus terus diupayakan juga doa-doa yang tidak boleh berhenti. Hidup memang harus dijalani dengan baik—untuk menjadi sebaik-baik hamba.  Alhamdulillah, untuk umur kesekian;  semoga berisi keberkahan di dalamnya  dan semoga kesempatan hidup ini tidak kubiarkan hanya berlalu dan menjadi sia-sia—doa yang akan kuulang tiap bertemu kembali dengan 18 Agustus; hari pertama aku hadir di dunia. Jujur saja, hari ini adalah hari ulang tahun paling campur aduk. Hal-hal yang beberapa hari lalu sudah kurencanakan berakhir hancur berantakan karena kejadian tak terduga. Hari yang kupikir akan menyenangkan ternyata berubah menjadi ruang ujian yang menekan. Rupanya, sabarku sedang diuji sedemikian rup...

Membicarakan Buku-Buku Tahun Ini

Image
Wow … sudah 2024. Happy new year!  Yap, tahun ini memang terasa melesat cepat— meski saat berduka waktu akan terasa sangat pelan —loh malah curcol, haha). Kembali ke judul, aku mau sharing sedikit tentang buku-buku yang kubaca tahun ini. Dengan bantuan goodreads aku cukup puas karena reading list- ku terekam dengan cukup rapi dan menyenangkan. Aku masih konsisten memasang target bacaan dan menuntaskannya, meski tetap saja belum sanggup menulis review dengan serius. Total buku yang kubaca ada 51 judul menurut catatan goodreads (meski sebenarnya lebih dari itu jika dihitung dengan buku-buku yang kubaca ulang). Lumayan banyak, tapi anehnya tak satu pun bisa kusebut top books alias buku favorit. Sungguh berbeda dengan tahun lalu saat aku justru dilema memilih lima judul saja dari semua bacaanku—semoga besok-besok aku sempat menulis apa saja yang membuat buku menjadi favorit versiku. Singkatnya, tahun ini terasa hambar untuk pengalaman membacaku. Aku tidak memf...

Spritual yang Kering kerontang

Kau tak lagi menengok niat yang menghuni hati hingga tujuanmu mengabur, bahkan hilang arah Shalat lima waktumu tak khusyuk, hanya sekadar ritual penggugur kewajiban  Rakaat shalat sunnahmu terpangkas Bacaan qur'anmu tak lagi penuh perenungan  Doa-doamu tak selama dan sekhidmat biasanya Dzikirmu semakin singkat Puasa Senin-Kamismu sering terlewat Waktu kau sia-siakan dengan banyak hiburan tidak perlu. Melenakan, melalaikan hingga hari-harimu luput dari perenungan tentang mati Lalu, kau masih bertanya, apa yang menghambatmu tuk mendekat dengan-Nya? —Makassar, 10:22 pm

27; ucapan yang terlambat untuk diri sendiri

Image
Meski umur berkurang, kau masih punya kesempatan untuk "menjadi sesuatu" yang kau inginkan. Kau juga masih memiliki energi untuk banyak perjalanan, menapaki tempat-tempat terbaik di bumi-Nya.  Sebab tidak ada waktu paling tepat untuk "memulai sesuatu" selain saat ini. Dengan apa pun yang kau punya; entah tekad, semangat, dan kesabaran yang semoga tak pernah habis. Selamatkan usiamu. Lakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia, lebih bersyukur, dan bermakna. Sudahi mengingat masa lalu yang membuat getir. Berhentilah menjadi penonton hidup orang lain dan mulailah menulis kebaikan. —Maros, 8:22 am

Kehilangan Kata-kata

Image
Sebuah usaha membincangi diri sendiri ketika merasa sudah begitu lama tidak menulis .... Seperti kata Aan Mansyur dalam salah satu wawancara yang sepenuhnya saya sepakat  Seperti membaca, saya selalu menganggap menulis sebagai kebutuhan yang memiliki banyak alasan, untuk apa? Untuk memetakan perasaan ataupun pikiran salah satunya, namun bagaimana menghadapi keadaan kehilangan kata-kata saat ada begitu banyak perasaan ataupun pikiran yang bergejolak? Entahlah. Saya tidak melakukan apa-apa selain membaca tulisan orang lain yang kadang terasa begitu menenangkan  karena 'cukup mewakili' apa yang sebenarnya ingin saya ungkapkan, tepat di kala saya tak memiliki kata-kata yang memadai untuk menuliskannya.  Persis seperti yang terjadi belakangan atau saat ini—ketika saya melihat diri saya berlalu bersama sekian hari, bahkan bulan tanpa menuliskan apa pun. Saya merasa kehilangan sebagian diri saya sebelum saya menyebut kondisi ini sebagai fase kehilangan kata-kata. Jujur saja, say...

2023

Image
Selepas melewati pergantian tahun dengan duduk sendirian sambil berusaha menulis kaleidoskop di satu jam terakhir 2022.  Banyak hal yang sudah terjadi. Ada tumpukan cerita yang suatu hari perlu dikenang, dibaca kembali seperti mengulang satu buku favorit untuk mencari-cari sesuatu yang selama ini mungkin terlewat.  Entah kapan, aku bisa membuat arsip tahunan dengan lebih rapi. Pada akhirnya, aku ingin lebih rajin menulis—lebih banyak kenangan. Karena ingatan begitu rapuh. Terlalu mudah tercerabut, terlupakan. Aku tidak ingin menjadi seseorang yang lupa pada masa lalunya. Tidak peduli, sebanyak apa pun luka yang bermukim di sana. Malam memang waktu yang tepat untuk teringat banyak hal, meski lagi-lagi aku tak sanggup menulisnya satu per satu. Kemampuan menulisku memang payah. "Tidak apa-apa, aku menulis bukan untuk jadi penulis"  kataku dalam hati berusaha menyingkirkan rasa bersalah.  Riuh pikiran beradu dengan ledakan petasan dan kembang api. Langit malam penu...

Membaca Atomic Habits: perubahan kecil yang memberikan hasil luar biasa

Image
Kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian bisa dahsyat. (hlm 19) Atomic Habits membahas dengan cukup detail; bagaimana membentuk kebiasaan baik dengan 1% lebih baik setiap hari. Kata kuncinya; konsisten, terus-menurus, fokus pada sistem hingga satu kebiasaan baik bisa terasa dampaknya. Buku ini sangat cocok untuk siapa saja yang ingin mengubah hidupnya dengan mulai membentuk kebiasan baik apa pun—yang meski tidak terasa langsung dampaknya, tapi akan memberi hasil memuaskan jika terus menerus dilakukan. Saya sepakat dengan yang dikatakan orang bijak, bahwa kebiasaanmu akan menjadi takdirmu. Demikian dalam buku ini, penulis memulainya dengan pengalaman pribadi yang memaparkan perjalanannya membentuk kebiasaan kecil yang berujung pada hasil yang tak terbayangkan sebelumnya. Dari kebiasaan pulalah nantinya akan terbe...

Perbaikan Dimulai Dengan Ilmu

Image
Titik Nol • Pembersihan Jiwa • Oleh Ustaz Agus Al Muhajir Rahimahullah • Faithamins Podcast Jumat pagi saya melihat Instagram story seorang penulis tumblr yang selama ini sering saya jadikan salah satu rujukan mengambli bacaan. Saya selalu suka dengan kutipan dari buku yang biasa diunggah berserta kalimat reflektifnya. Lalu pagi itu, saya menemukan link podcast di Igs beliau yang langsung mengarahkan saya ke Spotify. Satu jam lebih pembahasan yang membuat saya tercenung cukup lama, menulis ulang semuanya agar bisa menjadi pengingat diri, catatan yang cukup panjang yang membuat saya merasa harus membagikannya agar orang lain pun bisa ikut meneguk nikmatnya ilmu. Ada pun pembahasan podcast ini tak jauh-jauh menyinggung hal yang begitu penting bagi para penuntut ilmu, seperti: Tiga adab menuntut ilmu (agar mendapatkan ilmu berkah) 1. Adab terhadap diri sendiri 2. Adab terhadap sumber ilmu 3. Adab terhadap ilmu itu sendiri Ketiganya betul-betul diperlukan, tentu agar menghadiri...

Teruntuk Diri Sendiri

Image
Dear Aira .... Seringkali kenyataan tak semewah yang kauharapkan, tapi semoga saja itu tidak sampai melumpuhkan kesabaranmu, membuatmu tenggelam dalam kesedihan yang menghapus senyuman. Manusia memang tak bisa memesan takdir sesuai keinginannya, namun hati yang ia miliki diberi kemampuan hebat untuk menerima setiap baik-buruk kehendak-Nya. Kau tahu, hati adalah pemberian Tuhan paling berharga. Di sana diletakkan-Nya kesempatan agar kau selalu bisa membenahi hidupmu. Tuhan akan mencintai dan menilaimu dari bagaimana hatimu. Karena itu, kau harus memiliki hati yang cantik. Hati paling laut, yang luas kesabarannya tak berbatas. Hati yang tetap akan baik-baik saja meski pernah dilukai berkali-kali, ditumpahi berkubik-kubik kecewa, dihunjami derita, hingga sebanyak apa pun perasaan duka takkan sampai mematahkannya.  Jangan berhenti mendidik hatimu agar menjadi hati yang akan menyelamatkan dunia dan akhiratmu. Raa, bersyukurlah sebab di antara begitu banyak hal yang berk...

Ingatan yang Melintas Sebelum Tidur

Image
Saya akhirnya memutuskan menulis ketika sudah 30 menit lebih usaha agar tidur tepat waktu gagal. Seperti biasa, ada banyak yang riuh dalam kepala. Memetakannya satu per satu lewat kata-kata adalah cara agar mendapatkan kelegaan. Bagaiamana pun, bagiku—menulis adalah media terbaik untuk katarsis. Medium yang kupilih tuk mengenal dan menemukan diriku sendiri. Saya teringat kalimat seseorang di salah satu platform menulis, (katanya) kurang lebih begini—karena lupa bagaimana redaksi katanya saya menulis apa yang ingatan saya tangkap— kita mengenang agar tidak menghianati masa lalu. Maka ketika kesadaran saya tak kunjung pergi malam ini, saya membiarkan kenangan menerobos masuk, bernostalgia panjang dalam kesunyian yang mengalirkan air mata. Entah kesedihan yang jatuh, penyesalan, atau ketidakmampuan memahami ingatan-ingatan yang datang menyerbu. Ingatan itu memang unik, ada banyak, tapi kita tak bisa memilih, mana yang akan tanggal dan yang tinggal. Meskipun saya cukup sering m...

Januari dan beberapa hal setelahnya

Image
Selepas sore yang mengantuk dan sedikit pusing menunggu waktu berbuka, kuhabiskan waktu dengan blog walking. Mencoba menemukan kembali kesenangan lama yang entah sejak kapan tak lagi menjadi rutinitas. Maklum, dulu sekali, ada masa ketika tiap hari selalu kusempatkan diri membaca tulisan teman blogger, yang hari ini semakin sunyi saja—tak ada lagi saling mengunjungi dan membalas komentar, bahkan aku pun merasa tak butuh lagi mengaktifkan kolom komen. Ehm ... tiba-tiba jadi ruang nostalgia. Gara-gara membaca beberapa blog tadi (yang sekian lama ditinggal pemiliknya, entah karena sudah pindah rumah atau faktor kesibukan hingga tulisannya berhenti di satu titik), aku tergerak menulis sesuatu—tulisan yang saat ini kuketik, yang masih tak tahu akan ke mana—tapi sudah diberi judul yang sengaja kutulis pertama untuk mengawali,  what's on my mind ? Sebab ada banyak hal yang sering datang di sela-sela rutinitas harian, pikiran acak yang sayangnya tak selalu bisa kutulis meski begitu ingin. ...

Tentang Belajar

Image
Belajar memang proses panjang—selama hidup yang sungguh sebentar ini. Sayangnya, tidak semua orang merasa butuh belajar atau lebih tepatnya, barangkali tidak ada kesadaran dalam diri bahwa 'belajar' adalah hal yang tidak boleh berhenti selama ajal belum tiba. Kita bisa belajar dari mana saja, lewat siapa saja, apa pun medianya; buku-buku, pengalaman orang lain, alam yang terhampar, bahkan kepada hal-hal kecil di sekitar kita. Maka beruntunglah mereka yang selalu mampu menarik pelajaran dari segala hal yang dihadirkan dalam hidupnya. Mereka yang memiliki kepekaan tuk merasai sesuatu, menelaahnya, hingga memperoleh pelajaran darinya. Mereka yang memiliki mental pembelajar, selalu merasa harus terus belajar, menjadikan hidup sebagai kelas raksasa tuk menimba pemahaman. Perihal belajar, Cak Nun dalam buku Mencari Buah Simalakama menulis: "Ada yang selalu belajar, ada yang sedang belajar, ada yang baru sekarang belajar, ada yang belum belajar, ada yang malas belajar...