Teruntuk Perempuan
Dear perempuan... Sesukar bagaimanakah menahan diri dan meredam gejolak rasa? Betapa sulitkah mendamaikan perasaan yang terlanjur sesak oleh harapan? Tak lelahkah hatimu digores kecewa? Cobalah mengambil jeda, walau sebentar saja. Mari kita berbicara dengan penuh kejujuran perkaraahati, milik kita yang selalu saja di barisan belakang, perihal melawan ego dan logika. Resapi diri yang seringkali berkawan nafsu, kepada rasa yang sempat menistakan fitrah. Terangkanah... Renungkanlah. Perempuan. Adalah kita, kata yang selalu bersanding dengan kelembutan, penyayang, dan juga "makhluk perasaan." Kurasa Adam mana pun akan sepakat tentang kita yang teramat mudah dikendalikan perasaan. Dari zaman kenabian pun, Aisyah sudah membuktikan bahwa perempuan adalah makhluk Tuhan yang teramat perasa. Terlalu mudah terbawa perasaan hingga cemburunya terhadap Khadijah tak mampu ia sembunyikan di hadapan Rasulullah. Itu selevel perempuan mulia istri Rasulullah, lalu bagaimana dengan kit...