Posts

Showing posts from April, 2019

Pertanyaan-pertanyaan

Image
Sesekali, luangkan waktumu untuk bertanya kepada dirimu sendiri. Anggap saja bagian dari kontemplasi untuk melihat kembali hidup yang sudah kau lalui dan yang sedang kau jalani saat ini. Sudah sampai mana perjalananmu? Bagaimana kau menghabiskan jatah waktu yang amat terbatas ini? S eberapa banyak peristiwa yang berhasil kau maknai? Apakah hidupmu masih seperti dulu? Tidak ada kemajuan yang berarti atau, kau justru sudah bertumbuh begitu baik dengan segala ragam ujian hidup? Sudahkah kau memberi arti kepada orang lain? Atau, kau tak lebih sekedar menjadi sesuatu yang tidak memberikan kebaikan apa-apa bagi hidup seseorang?  Bagaimana hubungan dengan Rabbmu? Seberapa dekat kau dengan-Nya? Sudah jelaskah tujuan dan orentasi hidupmu?   Sederet tanya yang akan terus beranak-pinak. Tak ada habisnya. Hidup selalu dipenuh dengan pertanyaan. Beberapa memang mempunyai jawaban dan mudah didapatkan, namun banyak juga yang tidak, bahkan ada yang memerlukan waktu sekian lama ...

Perempuan dan Tulisan Terakhirnya

Image
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiiun ...” Speaker masjid baru saja meneriakkan kabar duka—lengkap dengan nama almarhum beserta alamat rumahnya. Memang, tidak ada yang salah dari seseoraang yang baru saja wafat, hal yang biasa saja dan sudah terulang berkali-kali. Setiap ada kematian speaker mesjid pasti akan mengumumkannya kepada khalayak. Itu dilakukan kapan saja; pagi, siang malam bahkan subuh sekali. Tidak ada yang ganjil kecuali tentang dua hal yang kini membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Berita duka kali ini datang di hari jumat. Dan aku sangat mengenal siapa pemilik nama yang pergi subuh ini. Selepas bunyi speaker masjid tadi, sekelilingku kembali senyap. Aku merasa lemas. “Bagaimana mungkin?” Beberapa detik duniaku seperti berhenti bergerak. Aku hampir-hampir tidak percaya apa yang baru saja kudengar. Aku syok, mataku berkaca-kaca, tak kuasa lagi menahan diri untuk tidak menangis. Aku duduk, sesenggukan, berusaha mencerna perasaan yang entah harus bagaima...

Dear Me

Image
Kuatlah, meski hanya berpura-pura; berlagak di depan semua mata agar kau nampak baik-baik saja. Kuatlah, tidak peduli berapakali pun kau harus meredam segala pedih sendirian, tertidur dengan mata sembab, meringkuk di sudut kamar memeluk lutut sambil terisak tanpa suara. Tidak apa-apa; setiap orang harus punya cara untuk menghadapi keadaan paling peliknya.  Kuatlah, sebab hidup akan tetap berjalan, walau jatuh berulangkali, tertinggal jauh, bahkan jika di hadapanmu terus saja disuguhi bermacam-macam jebakan, atau... kau harus melewati segala jenis penderitaan, mencicipi banyak kehilangan hingga seluruhnya menjadi rangkaian peristiwa yang mendewasakan, yang membuatmu tumbuh; lebih kuat dari dirimu yang kau rasa terlalu rapuh. “Kau kuat karena dicintai. Setidaknya oleh dirimu sendiri” sebuah kalimat dalam buku cara-cara tidak kreatif untuk mencintai. Aku sepakat meski aku lebih suka jika kukatakan; kau kuat karena kau belajar mencintai Tuhan melebihi apa pun. Sebab dirimu ta...