Everything has changed. Both around me, and within me. New month is new beginning. New me. I'm trying to improve myself. To fall in love with the best version of me.
Aku menyebutnya ritual tahunan sebab satu kali dalam setahun, aku ingin betul-betul menikmati setiap detik dalam 24 jam sehari yang akan mengingatkanku banyak hal. Hari kelahiran. Hari yang sebenarnya biasa saja namun selalu menghadirkan semacam emosi khusus yang membuatku merasa wajib menyempatkan diri untuk duduk tenang dan mulai merenungkan hidup sebelum mencoba menulis sesuatu, semacam kontemplasi ataupun sekadar menceritakan kembali masa lalu yang selalu mendatangkan rindu. Waktu memang melesat cepat, aku tiba di umur dua puluhan akhir. Sudah begitu banyak yang terjadi dan bank ingatan kian sesak dengan memori dan segala macam perasaan yang menyertainya. Orang-orang datang dan pergi. Satu fase berganti dengan fase lain. Beberapa hal selesai sementara hal lain baru dimulai. Dan di antara seluruh waktu yang berlalu dengan ragam peristiwa, ternyata aku terus saja merindukan masa lalu. Waktunya bernostalgia. ...
Kuawali tulisan ini dengan salah satu kutipan yang pernah kubaca di sebuah blog: “The best love is when you find someone who makes your Imaan rise, who makes you more pious, and who helps you here in the dunya. Because that person wants to meet you again in Jannah.” Siapa sangka, Mim. Untukmu—inilah waktunya, bertemu dengan seseorang yang insyaallah akan membersamai hingga ke syurga; seorang pasangan yang semoga adalah sosok dewasa dalam membimbing dan mengayomi. Semoga dia mampu menjadi qowwam yang penuh kasih sayang, seorang suami dan calon ayah yang berdedikasi dan penuh tanggungjawab. Mim, musim penantianmu—yang sudah cukup lama kini berakhir; hikmah ending, dengan seluruh pemahaman baiknya. Setelah sekian hari yang penuh ujian perasaan dan jebakan prasangka yang seringkali menggoyahkan keyakinan terhadap takdir-Nya, finally … Allah tunjukkan momen paling tepat versi-Nya. Barangkali memang begitulah cara terbaik Dia menulis skenario ceritamu; terlihat berliku tak b...
Titik Nol • Pembersihan Jiwa • Oleh Ustaz Agus Al Muhajir Rahimahullah • Faithamins Podcast Jumat pagi saya melihat Instagram story seorang penulis tumblr yang selama ini sering saya jadikan salah satu rujukan mengambli bacaan. Saya selalu suka dengan kutipan dari buku yang biasa diunggah berserta kalimat reflektifnya. Lalu pagi itu, saya menemukan link podcast di Igs beliau yang langsung mengarahkan saya ke Spotify. Satu jam lebih pembahasan yang membuat saya tercenung cukup lama, menulis ulang semuanya agar bisa menjadi pengingat diri, catatan yang cukup panjang yang membuat saya merasa harus membagikannya agar orang lain pun bisa ikut meneguk nikmatnya ilmu. Ada pun pembahasan podcast ini tak jauh-jauh menyinggung hal yang begitu penting bagi para penuntut ilmu. Oke, here we go! Tiga adab menuntut ilmu (agar mendapatkan ilmu berkah) 1. Adab terhadap diri sendiri 2. Adab terhadap sumber ilmu 3. Adab terhadap ilmu itu sendiri Ketiganya betul-betul diperlukan, tentu agar me...