Posts

Showing posts from January, 2015

Dalam Dilema

Image
Sekedar coretan hari ini Bismillah... Aku selalu ingin bercerita lewat deretan kata yang tengah berseliweran di kepalaku. Termasuk seperti saat ini, salah satu cara efektif untuk melegakan perasaanku. Menulis. Disini, ragaku sedang berbaring santai tapi sepertinya tidak demikian dengan pikiranku. Ia masih saja mengelana jauh, berkilo-kilo meter ke sana. Sebuah tempat yang sudah merekam tiga bulan terakhir hidupku. Terbayang berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini. Rasanya seperti potongan-potongan filem yang terus bermain di kepalaku. Atau mungkin juga seperti perjalanan waktu mengunjungi hari kemarin. Sejenak menengok masa lalu. Dan seluruh ingatan itu ternyata masih utuh tersimpan rapi dalam kotak perjalanan hidupku. Satu persatu mulai menyerbu kepalaku. Berlomba memasuki ruang kenangan. Ada episode hari-hariku di kampus biru. Lalu kemudian dengan mereka. Anak-anak kelas 1D yang menemani kebersamaanku di bangku kuliah saat ini. Juga tak lupa dengan ses...

Takdir dari Sudut Pandangku

Image
Sudah terlalu banyak yang mende f inisikan takdir. Dari sebuah novel aku pernah membaca bahwa "takdir adalah ketetapan Tuhan yang tak bisa diubah oleh tangan manusia." Lalu dari drama korea aku menemukan definisi lain, katanya "meski aku mau atau tidak, kalau itu akan terjadi pasti akan terjadi-orang-orang bumi menyebutnya "takdir" (Drama korea " Who you came from the star) Ya, semuanya memang betul. Aku pun sangat setuju dengn kata-kata di atas. L alu menurutku sendiri? Baiklah, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ada di kepalaku saat ini. Bagiku... Takdir sangat sederhana. Mungkin sesederhana urusan perasaan yang selalu saja dibuat ribet oleh manusia. Takdir itu... Saat aku sangat   ingin masuk fakultas teknik tapi malah terdampar di sospol, ilmu pemerintahan: sebuah jurusan yang sama sekali tidak pernah kuinginkan sebelumnya. Sesuatu yang masih sangat tabu sekaligus abstrak menurutku . Why ? Karena aku benci tentang hal-hal b...

Move on

Image
Ketika mulut lelah bersuara, diamnya  selalu mampu diterjemahkan lewat kata-kata yang tertulis. Seperti apa yang terjadi malam ini.  Suara hatiku vs logikaku. Mereka tengah berdebat tentang apa yang harus raga lakukan. H e i , apa yang kamu lakukan? Masihkah kamu berkutat dengan perasaan yang membuatmu ? Bentak logika kepada hati yang menggalau ditengah malam. Bisa tidak, kau diam saja!  desis hati yang merasa terusik oleh kata-kata yang baru saja dilontarkan logika sangat tepat sasaran. Hati merasa frustasi. Dasar bodoh!  S emestinya kita bekerjasama agar raga tidak galau karena hati dan logikanya bertentangan  lanjut kata hati kepada logika. "Memang itulah yang kuinginkan wahai hati. Aku bosan dengan jiwa melankolis yang terus mengendalikan raga gara-gara kamu yang tidak pandai memainkan peran dengan baik." B alas logika mengeluarkan asumsinya. "Baiklah... Mari kita bersatu memperbaiki apa yang salah" kata hati meyakinkan. ...

Matahari yang Hilang

Image
(Entah kenpa,tiba-tiba ingin melanjutkan cerita yang iseng-iseng kubuat semalam sampai tertidur^^ ) Inspirasinya dari kata-kata yang sempat naik daun dikelasku " Diam-Diam Suka”  btw, ini seperti judul sinetron yakk :D Check it out … Hari ini cuaca masih sama dengan beberapa hari terakhir. Awan gelap, angin kencang, udara dingin juga hujan yang selalu turun tanpa aba-aba. Ah, keadaannya memang sempurna untuk dijadikan alasan bermalas-malasan meskipun aku termasuk orang paling benci dengan kemalasan. Singkatnya, cuaca hari ini be t ul-betul membuatku enggan beranjak dari tempat tidurku yang hangat. "Baiklah,10 menit lagi." batinku dengan sigap mematikan alarm hp, mengulur waktu sambil kembali menarik selimut. Ini sama skali bukan kebiasaanku mengingat aku adalah orang yang paling benci dengan keterlambatan. Mungkin hari ini adalah pengecualian berhubung mood ku betul-betul kacau setelah apa yang sudah terjadi kemarin. Sebuah episode yang terus ber...