Posts

Showing posts from April, 2016

Menikmati jeda

Image
Dalam hidup, tentu kita akan berjumpa dengan fase-fase yang tidak mengenakkan. Mungkin seperti galau, dilema, jenuh atau apapun yang begitu tega merenggut senyummu. Perasaan lelah menghampiri, membuat harimu tidak begitu kau nikmati. Segala yang dihadapanmu  seakan tidak menarik untuk dijalani.  Berbagai pikiran negatif mulai menginfeksi kepala. Ingin rasanya menghilang sekejap saja, menghindari masalah-masalah yang belum terselesaikan. Atau sekali amnesia untuk melupakan berbagai kerumitan hidupmu. Dan sebagian orang, (termasuk aku) lebih memilih ingin tidur untuk waktu yang panjang. Terbuai dalam mimpi indah, merasakan bahagia meski di alam tak nyata. Namun saat terbangun, kau akan sadar. Bahwa semuanya hanya sementara. Tak ada yang betul-betul abadi meski beberapa hal yang tak diharapkan (mungkin) akan bertahan cukup lama. Segala hal sudah diatur dengan skenario terbaik sang pemilik jagat raya. Masing-masing memiliki jatah waktu. Ada masanya untuk berl...

Perempuan Bunglon dan Laki-laki kopi

Image
“Kamu tau tidak, dulu aku selalu menganggap kamu apa?" Katamu pada suatu pagi—tepatnya, di tahun kedua setelah kau dan aku sah menjadi kita. “Apaan?" Tanyaku dengan wajah antusias. Penasaran seperti apa aku di matamu sebelum menggenapiku. “Perempuan bunglon." Jawabmu sambil menatap kedua bola mataku. Aku terdiam sebentar. Kau  terlihat serius dengan jawaban ya ng justru terden gar lucu menurutku. Di kepalaku kini terbayang rupa bunglon dalam buku sains di sekolah dasar . “Maksudmu aku kayak bunglon yang bisa berubah-ubah warna?" Tanyaku kembali, masih berusaha mencerna jawabanmu barusan.  “Iya, kamu tuh persis kayak bunglon. Selalu berubah-ubah, seolah memiliki beberapa kepribadian.” Jawabmu. Kali ini dengan senyum khas yang selalu ingin kunikmati. Aku kembali terdiam memberimu kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut. “Pertemuan kita yang pertama membuat aku berpikir kalo kamu itu perempuan paling cuek yang pernah aku kenal....

Jangan Lupa Bahagia

Image
Yang namanya masalah tidak akan pernah memisahkan diri dari kehidupan manusia. Ia selalu hadir dan tak bosan membuatmu pusing memikirkan sebuah jalan keluar.  Saat-saat genting menghadapi sebuah problem kadang membuat manusia lupa bahagia. Ia terlalu fokus dengan kesulitan, kesedihan ataupun kerumitan hidup yang tengah di hadapinya. Sedih, kecewa, sakit hati sah-sah saja asal porsinya jangan berlebihan hingga kamu lupa bahagia. Bagaimana pun kondisinya, tetap izinkan dirimu bahagia. Tersenyumlah dan nikmati setiap detik hidup dengan berbagai pernak perniknya.       Yah, Bahagia selalu, karena hidup selalu menawarkan kebahagiaan untuk kau rasakan.

Menjadi Penjahat

Image
“Andai saja, tidak menyelesaikan apa yang sudah kita mulai adalah suatu kejahatan, mungkin kita semua sudah layak untuk dipenjarakan.”   Speechless ... pas baca ini di salah satu tulisan masgun (penulisnya Hujan Matahari). Tiba-tiba aku merenungi satu kalimat yang kini membuatku terasa ter tampar.  Memang, manusia seringkali berani mengambil sebuah pilihan dalam hidupnya. Lalu mulai melangkah perlahan. Dan karena beberapa alasan , ia kemudian berhenti. Langkahnya tertahan lama. Bahkan ada yang kemudian memilih tak menyelesaikan apa yang sudah ia mulai. Tentang hidup, kita terus bergerak. Melakukan banyak hal untuk mengisi tiap detik yang amat terbatas ini. Karena sejatinya, dunia memang hanya sebuah perjalanan menuju tempat abadi. Lalu kenapa, kebanyakan kita (termasuk aku) masih sering memulai sesuatu tapi tidak mampu menyelesaikannya? Setiap orang punya jawabannya masing-masing. Andai saja, tidak menyelesaikan apa yang sudah kita mulai adalah suatu kejah...

Masa Lalu

Image
Saat sendiri, tak jarang k au merasa terjebak pada kenangan-kenangan yang membangkang. Ia menolak terhapus. Tak peduli sekalipun k au sangat tak suka jika harus mengingatnya. “Yang menyakitkan memang akan selalu membekas.” Mungkin seperti itulah konsep memory manusia. Lalu dalam kesendirian itu, sepi seolah melemparmu ke dalam pusaran waktu. Dunia terasa berputar mundur. Sebut saja k au sedang dalam perjalanan menziarahi masa lalu. Berbaliklah sebentar saja. Waktunya menyaksikan kilas balik sejarahmu. Di masa lalu yang tak pernah bisa kau lupakan. Lihatlah apa yang pernah kau lakukan kala itu. Mungkin kau pernah merasakan sedih berlipat-lipat atau ketakutan untuk mengintip hari esok, juga harapan yang sudah hancur tak berbentuk. Ingat, bagaimana pun mengerikannya saat itu, semuanya sudah berlalu. Maka kenanglah setiap rasa sakit yang pernah kau rasakan. Cobalah menyelami setiap luka dari beberapa potong kisah yang sempat mencipta lara. Lalu menangislah jika itu akan ...