Posts

Goodbye Things; Hidup Minimalis Ala Orang Jepang (sebuah review buku karya Fumio Sasaki)

Image
"Bukan daun gugur yang coba ia bereskan; yang ia sapu adalah rasa malasnya sendiri" (membuka review ini dengan quote favorit saya) Kemudian ada bagian yang paling saya sukai dari Goodbye, Things ini adalah halaman-halaman awalnya; pembaca langsung disuguhi contoh nyata orang-orang yang memutuskan menjadi minimalis, (didukung dengan gambar/foto berwarna) serta merta menarik rasa penasaran. Sebuah pembukaan yang apik menurut saya, pembaca yang kadang memilih lanjut membaca atau berhenti, tunda dulu berdasarkan kesan pertama ketika membuka lembar-lembar pertama sebuah buku. Aasumsi pribadi saya, Fumio memang sengaja menaruh contoh (para minimalis) sebagai pembuka karyanya ini, tidak lain karena ingin menunjukkan kepada pembaca "inilah mereka, orang-orang yang mendapat manfaat nyata; hidup jadi lebih bermakna dengan konsep mimimalis, jika mereka bisa, kenapa kita tidak?" Dan ohiya, nama-nama yang diambil menjadi contoh di buku ini memilih gaya minimalisnya masing-masing...

Belajar Menjadi Minimalis Dengan Buku-Buku Ini

Image
Selama Pandemi saya cukup banyak membaca buku bertema self-improvement dibanding novel yang sejujurnya a cup of my tea . Salah satunya Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay yang saya masukkan dalam daftar “sedikit buku yang memberi banyak pengaruh dalam hidupku." Awalnya saya mengetahui buku Seni Hidup Minimalis dari seorang bookstagram yang berhasil menarik perhatian saya lewat sampulnya yang simpel ditambah hasil foto yang apik. Sejujurnya, saya tidak membaca semua review buku yang lewat di beranda IG, terlalu banyak dan memang saya lumayan selektif memilih bacaan (walau pun hanya caption saya sadar; semuanya akan memakan waktu tentu saja, so jangan ragu skip tulisan yang not worth it) sebab saya punya batas waktu tersendiri berada di ruang maya yang silau itu. Setelah membaca ulasannya saya melipir ke goodreads, memasukkannya ke rak want to read, lalu saya melupakannya karena tertarik buku lain. Kemudian ketika corona virus merebak dan psbb berlaku saya mulai r...

Belajar Menjadi Minimalis (Sebuah Jejak)

Image
Masa Pandemi betul-betul memberi banyak sekali pelajaran dan pengalaman, salah satunya: perkenalan saya dengan konsep hidup minimalis. Sebenarnya, sudah lama saya penasaran dan begitu tertarik mempelajari bagaimana menjadi minimalis, namun baru tahun inilah saya betul-betul mendapatkan momennya. Berawal dari membaca satu bab pertama buku Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay, saya langsung tergerak mempraktikkan apa yang baru saja saya pelajari. Dari mengetahui dasar pemikiran yang digunakan Miss Minimalist FJ, saya pun kian bersemangat untuk mengaplikasikannya. Maka mulailah saya melakukan eksperimen dengan ruang kamar yang sudah lama terasa begitu sempit. Saya mulai dengan menyingkirkan benda paling besar di kamar (spring bed ukuran jumbo, padahal selama ini saya tidur sendiri) yang mengambil ruang terlalu banyak. Hasilnya, saya merasa kamar saya menjadi begitu nyaman, lapang dan tentu saja tidak lagi sepenuh sebelumnya.    Saya kemudian belajar menjadi minimalis dengan ...

Mencintai Palestina lewat cerita (review buku: Sang Murabithah)

Image
Perjuangan yang penuh keberkahan ini adalah jalan indah yang seharusnya kita tempuh. Sebab pada akhirnya perjalanan kehidupan kita di dunia ini akan berhenti pada sebuah tujuan. Tujuan itu seharusnya adalah syurga-Nya yang abadi. Syurga yang tentu tidak akan kita dapatkan begitu saja, namun ia adalah hasil dari apa yang telah kita kerjakan selama hidup di dunia yang sementara ini. (Halaman 23.) Buku ini mengajak kita untuk merenung dan menghayati banyak hal; persaudaraan, kemanusiaan, keyakinan hingga ke mana sejatinya; kelak kita akan berpulang. Buku yang akan memberi banyak pesan dan pelajaran untuk kita selami lebih dalam. Agar kita lebih peka, lebih sadar lagi sebagai manusia yang harusnya berperan dan berbagi kebermanfaatan. Keseluruhan ada 18 judul yang akan membawa pembaca mengembara ke berbagai tempat; Istanbul, Yordania hingga kota suci Yerussalem di Palestina. Tidak hanya itu, buku ini pun menyuguhkan pembaca dengan banyak info sejarah, sangat cocok untuk siapa pu...

Setelah Membaca Buku Ini

Image
Judul apa yang cocok untuk buku ini? “pukul delapan pagi. teriakan penjual kematian tiba. lebih siang dari hari-hari sebelumnya. kupesan dua bungkus untuk kau & aku di esok hari. sedangkan kita-kematian yang tidak datang-datang.” (selamat pagi puisi) “Kemana kata-kata sedang melipur diri? aku menebaknya: ia sedang mencari kolam, tempat ia menenggelamkan kekalutan yang tidak tahu berenang. atau mungkin sedang-ke toko buku, mencari saudaranya.” (4 pertanyaan ini akan membuatmu berlibur) Dua kutipan puisi pembuka yang cukup mewakili banyak puisi yang saya sukai. Puisi-puisinya penuh warna, menghadirkan beragam perasaan sepanjang membacanya. Kadang, spontan saya dibuat tertawa, ingin memaki dan seringkali malah merasa jika satu puisi sedang menyentil kesadaran saya. Dalam ketidakpahaman dan kebingungan yang saya rasakan sejak pertamakali memilih pintu masuk, saya bisa menemukan ruang bebas untuk menikmati tiap puisi-dengan interpretasi sendiri, alias suka-suka saya. Karen...