Posts

Showing posts from August, 2021

Titik Nol

Image
Day 7 A book that I love reading "Jauh adalah kata yang mengawali perjalanan. Jauh menawarkan misteri keterasingan, jauh menebarkan aroma bahaya, jauh memproduksi desir petualangan menggoda. Jauh adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban. Jauh adalah titik tujuan yang penuh teka-teki." (Hlm.16)  Salah satu buku favorit tahun ini. Tentang perjalanan yang begitu berani; dimulai dari daratan Cina, menyebrang ke Tibet, Nepal, India, hingga ke Afghanistan. Sebuah petualangan panjang menaklukkan berbagai tantangan, menambang beragam pengalaman dan cerita yang memperkaya pemahaman hidup. Sebagai seseorang yang pernah bercita-cita keliling dunia, saya cukup terkesan dengan kisah petualangan penulis. Membaca buku ini membangunkan mimpi-mimpi lama sekaligus kembali mencatat mimpi yang lain. Saya berharap suatu waktu bisa menempuh perjalanan hebat seperti penulis. Menyaksikan keindahan negeri atap dunia, melihat betapa eksotisnya gunung Everest, menyusuri kepadatan Kabul, hingga mencic...

Menghadapi Kecewa

Day 6 A life lesson I have learned Tahun sebelumnya, 2020 bisa dibilang tahun yang paling banyak membuat saya menangis sekaligus belajar banyak hal.  Dua ribu dua puluh; ketika pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda selesai, saya merasa betul-betul di titik terendah. Suatu keadaan ketika saya merasa bahwa semua orang di sekitar saya seolah serempak melukai, membuat saya kehilangan kepercayaan, bahkan harapan. Di satu titik saat saya tak lagi sanggup bersuara, tidak mampu membuat keputusan apa-apa hingga berujung pergi dari rumah, memutuskan diri dari semua orang. Saya mengambil jarak dari manusia-manusia yang sudah terlalu banyak mengecewakan. Sekitar seminggu yang betul-betul hanya sendirian, tanpa distraksi internet, saya mencoba mencari diri saya, mencoba menyelamatkan hidup, dan mimpi-mimpi yang patah. Kala itu, di waktu-waktu paling sunyi, ketika saya selalu terbangun sebelum pukul tiga subuh, saya melewatkan waktu selepas salat dengan menangis sejadi-jadinya, bercerita tentang...

Sandaran Hati

Image
Day 5 My favorite song Lagu yang dibawakan oleh Letto ini menjadi bagian dari self healing -ku. Pada malam-malam insomnia yang dipenuhi air mata dan rasa frustrasi yang meremukkan, aku mendengar lagu ini. Kusimak baik-baik, kuresapi dan kutemukan setitik kelegaan yang ganjil. Memang, kala itu aku sedang hancur-hancurnya, merasa jauh dari-Nya, kehilangan harapan hingga malu tuk mendekat, merasa tak pantas menjadi hamba, merasa sangat tidak berarti, tak tahu bagaimana cara kembali. Chaos . Dan lagu ini pun menemaniku. Dengan liriknya yang bernas, mendatangkan kesadaran dari dasar hati yang sudah gulita. "Yakinkah kuberdiri Diamlah tanpa tepi Bolehkah aku Mendengarmu Terkubur dalam emosi Tanpa bisa bersembunyi Aku dan nafasku Merindukanmu...." "Terpurukku di sini Teraniaya sepi Dan ku tahu pasti Kau menemani Dalam hidupku Kesendirianku...." Dalam sunyi yang getir, sebentuk kenangan hadir tanpa aba-aba. Di sana, kulihat masa lalu menyakitkan, kembali dan menamai diri se...

Hadiah

Image
Day 4 The best gift I've ever received Tahun 2012 aku mendapat hadiah yang tidak terduga dari seseorang yang tak disangka-sangka. Sebuah kado dibungkus rapi yang dititipkan ke kakak ketika mengambil sisa barangku di asrama. Kala itu, aku memang SMA di sekolah berasrama tapi karena beberapa alasan, tiba-tiba aku keluar tanpa sempat berkemas. Jika diingat kembali ini salah satu keputusan ternekatku yang ujung-ujungnya kusesali ... oke skip , tadi mau cerita tentang hadiah dari seseorang yang hari ini masih kuingat dan akan selalu kukenang kebaikannya. Waktu menerima hadiah yang sudah terbungkus rapi itu, tentu saja aku merasa terharu. Tidak menyangka, orang yang selama kukenal di asrama itu akan memberikan hadiah, padahal kami tidak begitu akrab, sekelas tidak, sekamar juga tidak, namun berbaik hati memberiku hadiah. Saat kubuka, isinya ternyata sepasang penyanggah buku berwarna putih, gambar menara eiffel, cantik. Sebagai pencinta buku yang punya mimpi bisa ke Paris, menerima hadiah...

Pagi

Day 3 My favorite part of the morning Aku selalu menyukai pagi di antara 24 jam potongan hari. Bagian paling menyenangkan adalah menunggu matahari menghapus jejak malam dari langit. Tiap kali menyaksikan cahaya matahari pagi yang menerobos jendela, rasanya betul-betul menenangkan selain menghangatkan. Bagiku, pagi akan selalu menarik. Kedatangannya layak ditunggu. Setiap hariku sudah pasti diawali dengan menerima kedatangan pagi. Mengisinya dengan hal-hal baik adalah cara tuk mensyukuri kehidupan. Suasananya yang teduh, suara-suara burung dan kokok ayam yang bertasbih, sejuknya tetesan embun di dedaunan, udaranya yang mendamaikan. Sungguh... pergantian pagi dan malam yang menghadirkan ketakjuban. Semuanya terlalu berharga tuk dilewatkan. Pagi memberi banyak pemaknaan. Pagi selembar kosong yang menunggu ditulisi dengan beragam cerita. Pagi menginterpretasikan diri sebagai harapan; bahwa masih ada kesempatan tuk kembali memulai hidup yang  lebih baik dari kemarin, masih ada waktu tuk...

Webtoon

Image
Day 2 Something that make me laugh today Membaca webtoon "TSOA" (the secret of angel) adalah hal sederhana yang sanggup membuat saya tertawa lepas, betul-betul senang hingga lupa dengan segala macam masalah hidup. (ceritanya lagi lari dari kenyataan jalur Webtoon) Karena dunia fiksi memang kenikmatan dunia! Episode terbaru kali ini memang yang ditunggu-tunggu para #timSuho paling setia ( including me ) setelah sekian purnama. Bagian yang dikira akan romantis ternyata malah menjadi salah satu adegan terlucu yang spontan menghadirkan tawa. Jukyung memang digambar dengan ekspresi sangat kocak. Episode Stoa ke-170 membawa pembaca pada adegan ketika akhirnya Jukyung menyatakan perasaannya ke Suho yang (sebenarnya sudah disiapkan seromantis mungkin), tapi sayangnya semesta belum sepakat dengan rencana Jukyung. Dimulai dari sepatu yang membuat Jukyung kesulitan berjalan, hujan, terjebak, dengan make up luntur dan penampilan kacau balau, semuanya tidak ada yang memuluskan rencananya....

Rembulan

Image
Day 1 Something beautiful I saw today Seperti biasa ketika terbangun, hal yang saya lakukan selepas meminum air putih adalah membuka jendela dan membiarkan udara segar masuk. Menghirup udara sebelum subuh sudah menjadi bagian dari rutinitas. Rasanya nyaman sekali. Awal menyenangkan tuk memulai hari. Usai membuka jendela kamar saya tertegun sebentar. Takzim memandang keluar, di langit yang masih gelap purnama tengah bersinar cantik. Memandangnya terasa menenangkan, membuat saya terpikirkan beberapa hal; tulisan seseorang yang semalam kubaca, novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu dan kisah Nabi Ibrahim. Semuanya belkelindan membentuk serangkaian perenungan singkat namun dalam. Tulisan yang saya baca sebelum tidur berasal dari seorang dokter di Tumblr. Ia menulis tentang pengalamannya semasa koas ketika berhadapan dengan pasien yang depresi karena kehilangan penglihatannya alias buta. Kurang lebih ia menyampaikan cerita tersebut dari kacamata syukur, ... sejenak menghadirkan berbagai tanya....

Agustus dan Rencana-rencana yang Tertinggal

Agustus kembali—bulan yang akan selalu mengingatkanku dengan usia yang segera beranjak, berganti umur baru. Seperti angka yang tanggal pada almanak tahun, usia yang pergi tak akan pernah kembali, menyisakan setumpuk kenangan, penyesalan dan rencana-rencana yang tertinggal di belakang. Sungguh, waktu terus berjalan, pandemi masih bertahan dan entah sampai kapan. Tiga tahun terakhir yang berat bagiku, saat-saat yang tidak membawaku pada harapan apa pun, tanpa sesuatu yang terasa berarti—atau aku yang belum cukup dalam menggali sebuah makna. Pergantian tahun tak lebih dari fase yang semestinya berlalu, tidak peduli bagaimana isinya sebab bertahan saja mungkin sudah menjadi satu-satunya tujuan di hadapan segala keterbatasan dan ketidakpastian keadaan. Bisa tetap waras, masih diberi kesehatan dan sedikit kesadaran rasanya sudah sangat bersyukur, lebih dari cukup tuk merasa keberuntungan hidup tidak pernah pergi. Melewati sekian waktu yang penuh dengan emosi terpendam tidaklah mudah, terlebi...