Posts

Showing posts from March, 2016

Tetap Menulis

Image
Aku ingin tetap menulis. Bagaimana pun kondisinya. Mengatakan memang gampang, tapi implementasinya bukanlah perkara yang mudah. Seperti saat ini, keadaan terasa tidak menyanggupi keinginanku. Aku ingin menulis tapi rasa lelah seolah merayuku untuk segera beristirahat.  Beberapa detik selanjutnya, aku berbaring pasrah. Sejenak merasakan nikmatnya tidak melakukan apa-apa. Sambil memandang langit-langit kamar aku mulai tergoda untuk memejamkan mata. Masih dalam keadaan sadar. Tiba-tiba aku merasa terusik oleh kata-kata di awal tulisan ini. “ Aku ingin menulis, bagaimana pun kondisinya ”. Tanpa pikir panjang lagi, aku mulai merealisasikan keinginan tersebut.  Sebenarnya, aku pun tidak tau harus menulis apa. Namun sekali lagi, aku ingin tetap menulis. Meski hanya sekedar membiarkan jemari menari di atas qwerty tanpa sebuah ide yang matang. Kurasa itu sudah cukup melegakan. Tidak masalah, mau satu kalimat atau beberapa paragraf yang sempat kutulis. Yang terpenting ...

Hanya Catatan Singkat

Image
Ada rasa nyaman yang menelusuk tiba-tiba tepat saat fokus mataku menangkap semburat jingga memantul di permukaan laut, dipadu dengan rintik hujan yang jatuh sukarela. Sebuah perpaduan yang eksotis antara senja, hujan dan lautan berhasil  mengunci pandanganku sebelum magrib mengakhirinya.  Bahwa sesungguhnya tidak ada kehadiran yang abadi. Sesuatu yang datang menawarkan kebahagiaan, pada akhirnya akan pergi tanpa bisa kita minta untuk tetap tinggal lebih lama lagi. Karena durasi waktu yang singkat sangat mustahil untuk diperpanjang oleh manusia, sehebat apapun i a. #Sekedar rekaman ingatan tentang suatu sore di pantai losari

Minggu kelima ODOP (Menemukan Lampu Ajaib)

Image
Beberapa hari   ini aku betul-betul kesulitan membuat sebuah tulisan seperti biasanya. Tiba-tiba saja aku merasa begitu down . Semangat menulis yang sebelumnya menggebu-gebu seperti pergi menjauhku, meninggalkan setumpuk ide yang tak sempat membentuk rangkaian kata.  Entah kemana aku yang tidak ingin terlelap sebelum menyelesaikan sebuah tulisan. Yang ada   aku malah memilh segera tertidur dari pada memikirkan soal tulisan. Oke, sudah tiga hari aku absent menulis (sabtu-minggu-senin) padahal biasanya aku tidak pernah alfa meskipun hanya sekedar mengetik beberapa kata di memo hp. Mungkin faktor terlalu jenuh dengan tugas kuliah yang kata salah seorang dosenku, lima kelas angkatan kalian mulai stres karena tugas yang tidak semudah di semester sebelumnya.  Lalu di tengah fase yang tidak menyenangkan ini, aku teringat salah satu pertemuan paling mengesankan dengan penulis favoritku “Tere-liye” . Seperti biasa, setiap kata yang ia tuliskan selalu saja memb...

Empat Titik Tujuh Dalam Kenangan

Image
"E mpat titik tujuh"   seperti itulah para instruktur sering memanggilku. Empat berarti aku adalah anggota dari kelompok empat sedangkan tujuh merupakan nomor urut dari sepuluh anggota kelompokku.  Empat titik tujuh yang tidak lain adalah identitasku selama mengikuti DAD ( darul arqam dasar ). Sebuah pengkaderan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar. Aku adalah salah satu peserta DAD angaktan ke-39 yang diselenggarakan oleh PIKOM (pimpinan komisariat) IMM (ikatan mahasiswa muhammadiyah) FISIPOL-tempatku menimbah ilmu saat ini). Pengkaderan yang kuikuti selama lima hari diakhir februari tahun ini adalah salah satu pengalaman luar biasa. Tak kusangka jika dad yang sebelumnya kuanggap hanya formalitas belaka ternyata mampu memberikan sesuatu yang begitu membekas. Sesuatu yang akan selalu kuingat sebagai sebuah pengalaman berharga sekaligus one of my unforgettable moments.  **** Bagiku, lima hari dad merupakan detik-deti...

Lelaki Sunyi

Image
Namanya Yudha. Lelaki yang tengah asyik menyaksikan setiap kesibukan malam melalui dinding kaca kantornya. Sudah menjadi rutinitas yang tak pernah terlewatkan, setiap habis jam kerja ia akan berdiri sambil menikmati keramaian kota dari lantai 40 ruang kerjanya.  Raut wajahnya datar namun tetap menunjukkan ciri karismatik seseorang dengan pembawaan yang tenang juga berwibawa. Di balik ekspresi dan ciri khasnya itu, ternyata   ia sangat pandai menyembunyikan sisi paling misterius dalam dirinya. Tak seorangpun tahu, bahwa setiap malam Yudha bisa berdiri berjam-jam dengan tatapan yang hanya bisa disaksikan oleh setiap benda mati di sekitarnya.     Andai sebuah kursi ataupun meja bisa berbicara, mereka akan menceritakan tentang tuannya yang hebat dan selalu dipuji seluruh staf kerja juga para karyawan tak lebih hanya seorang laki-laki kesepian. Setiap malam Yudha terpekur lama dengan pandangan kosong. Ia tidak pernah tahu kepada siapa bisa bercerita. Karena su...

Ia Bertanya Perihal Menggenap

Image
Kemarin sore, saat tengah memikirkan pengalaman paling berkesan apa yang akan kutuliskan sebagai tema minggu ini, tiba-tiba hpku berbunyi. Ternyata itu adalah sebuah pesan via bbm dari salah seorang teman seperjuanganku waktu MA (setingkat SMA). Refleks aku membacanya sambil menyunggingkan senyum. Yaa, tanpa sadar ternyata aku senyum-senyum sendiri setelah membaca pesan yang tak lain adalah sebuah pertanyaan yang aku pun masih ambigu di wilayah itu. Untuk kedua kalinya ia bertanya tentang ini. “Apa yang dipertimbangkan jika ingin menikah?”  Kurang lebih seperti itu bunyi pertanyaannya. Hmm… Entah kenapa hal seperti ini ia malah bertanya padaku yang notabenenya masih single (ketawa dalam hati).  Setelah membaca pertanyaan tersebut aku mulai mengetik balasan sekaligus jawabanku. “Menurutku ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan khususnya dari pihak perempuan. Mungkin seperti mengenai memilih calon suami. Kita harus tahu apakah ia betul-betul pantas menj...

Di Pertigaan Lampu Merah

Image
Tulisan kali ini bukan pengalaman paling berkesan di pertigaan lampu merah. Di pertigaan lampu merah, tidak lain hanya salah satu dari banyak hal yang ingin kutuliskan saat dalam perjalanan. Entah kenapa, setiap berada dalam perjalanan selalu saja ada hal yang kupikirkan . T erkadang, karena terlalu sibuk dengan pikiranku, aku malah tidak sadar jika sudah tiba di tujuan.  Aku selalu memikirkan banyak hal lewat apa saja yang disuguhi jalan sepanjang mata memandang. Dan tak jarang apa yang kupikirkan akan menjadi buah ide untuk sebuah tulisan termasuk saat di suatu siang menuju kota kelahiranku. Sebuah perjalanan Maros—Makassar, t epatnya  di pertigaan lampu merah , asal mula g agasan tentang tulisan kali ini.  Saat itu lampu merah di pertigaan jalan membuat setiap kendaraan kompak berhenti , patuh pada salah satu rambu-rambu lalu lintas. Fokus mataku menangkap objek yang seketika membuatku tertegun beberapa saat. Seorang anak perempuan yang jika dilihat dari pos...

Lima Buku Hujan Terbaik

Image
Ada begitu banyak buku-buku terbaik ataupun terkeren versiku, yang sayangnya tidak bisa kusebutkan satu persatu. Maka untuk tantangan One Day One Post kali ini, setidaknya aku ingin menuliskan lima buku terbaik yang tidak lain adalah koleksi buku-buku kesayanganku. Mungkin karena pengaruh musim hujan, awal tahun 2016 aku malah lebih tertarik membeli buku-buku yang berjudul hujan. Cekidot… 1. Hujan . Ini adalah buku terbaru Tere liye, penulis favoritku sejak kelas 1 MTS (setingkat SMP). Sama halnya dengan 20 lebih buku-buku Tere liye sebelumnya, novel Hujan ini memberikan banyak hal yang rasanya hanya bisa kutemukan lewat buku-buku karya Tere liye. Novel ini memang fiksi dan hanya imajinasi dari sang penulis. Meski demikian, membacanya membuatku seperti terhanyut ke dalam isi buku dan enggan berhenti sampai ke akhir cerita. Betul-betul sebuah novel yang menghipnotis. Aku mulai membacanya dari sore menjelang magrib dan akhirnya selesai sekitar pukul 2 malam. Novel ini berhasil mem...