Posts

Membicarakan Kehilangan

Sejak bapak meninggal 26 September 2006 lalu, bagiku—September adalah waktu untuk berkabung. Bulan yang sepanjang hidup akan kuingat sebagai perpisahan penuh air mata. Bukannya ingin mendramatisir kenangan, tapi bagiku, kehilangan karena seseorang yang kaucintai menutup usia adalah duka yang tak tertandingi. Sejauh ini belum ada yang menyaingi perasaan sedih karena ditinggalkan oleh bapak. Sebab setelahnya, rindu selalu datang bersama tangis yang akan susah payah dihentikan. Sudah 16 tahun sejak hari terakhir kali kulihat bapak. Kilasan belasan tahun silam itu tak bisa hilang dari ingatanku; bapak yang terbaring dengan mata terpejam, tanpa nafas dan gerakan apa pun lagi. Aku yang tidak cukup kuat melihat itu berpindah ke kamar sebelah, menangis sejadi-jadinya lalu setelah keluar dari kamar tempat bapak menghembuskan nafas terakhirnya, tak pernah lagi kulihat sosoknya.  Umurku baru sepuluh tahun kala itu. Aku terlalu takut melihat bapak dibawa pergi, jadi selepas kelelahan menangis ...

Selepas Agustus

Image
Everything has changed. Both around me, and within me. New month is new beginning. New me. I'm trying to improve myself. To fall in love with the best version of me. Keep moving forward, Raa. 

Day #30 I heal Myself

Image
Ternyata, pulang kepada-Nya adalah cara terbaik yang bisa aku lakukan untuk menyembuhkan luka. Pulang berarti kembali tersambung dengan-Nya, Tuhan yang maha segala. Dia yang sudah menulis skenario hidup manusia yang sayangnya masih sering disalahartikan.      Pulang kepada-Nya adalah kembali, mendekat sedekat-dekatnya, mengakui segala kelemahan dan kekhilafan diri yang takkan sanggup kembali berdiri tanpa kekuatan-Nya. Berdoa dengan penuh harap agar dititipi kesabaran terhadap takdir yang lalu ataupun yang masih tanda tanya, semoga selalu diberi kebijaksanaan mengambil pelajaran dari setiap ujian yang hadir.  Karena pada akhirnya, healing terbaik adalah pulang kepada-Nya, mengadukan seluruh luka sembari memohon diberi kelapangan untuk ikhlas menerima semuanya. Karena hati manusia dalam genggaman-Nya, setiap rasa sakit yang pernah memenuhinya tidak akan hilang tanpa kehendak-Nya.

Day #29 Terbanglah Resah

Doa-doa panjangku agar Dia membantuku melewati hari-hari dan melepas keresahan itu. Aku yang ketika dipenuhi kesedihan seringkali meragukan-Mu, kumohon Engkau yakinkan kembali. Bahwa janji-Mu adalah pasti. Aku yang sering tersungkur jatuh semoga selalu kau beri kekuatan untuk kembali berdiri dan melanjutkan langkah.  Aku yang kadang takut menghadapi esok, semoga Kau beri keberanian tuk menghadapi setiap ketakutanku, agar aku mampu untuk selalu hidup dengan perasaan yang lebih lega.  Aku yang tanpa sadar terlalu mengandalkan diri sendiri, semoga selalu kau ingatkan dengan cara-cara paling lembut.  Aku yang tiap kali tersesat, semoga selalu Kau beri petunjuk untuk kembali. Aku, dengan segala resah yang kadang memberatkan hari-hari, semoga Kau titipkan syukur yang dalam agar ketenangan selalu datang mengisi hati.  Allahu Rabbi … jangan biarkan sejengkal pun langkah kakiku tanpa bimbingan-Mu. Biarkan aku menjadikan Kau satu-satunya tempat bersandar, sepanjang usia yang s...

Day #28 Maaf Untuk Ayah dan Ibu

Meski aku pernah terluka oleh mereka, kini aku ingin memaafkan sebab ternyata itulah yang diinginkan-Nya. Tidak ada orang tua yang sempurna, tapi setiap orang tua tentu ingin mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Sebab cinta dan kasih sayang seorang ayah dan ibu seringkali tidak sesuai dengan bayangan sang anak. Selalu saja ada hal-hal yang mungkin berseberangan, kesalahpahaman yang malah melukai kedua pihak.  Sebuah hubungan memang bisa menjadi sangat kompleks—seperti di antara kita, ma, pak. Aku tidak akan mengungkit masa lalu mana pun. Aku hanya ingin memaafkan.  Ma, Pak, aku ingin memaafkan semuanya. Aku yang pernah menangis karena merasa terluka oleh kata-kata atau apa pun yang kunggap tidak seharusnya. Meski pernah ada kemarahan dan kecewa yang kusimpan sekian lama, kini aku hanya ingin memaafkan semuanya. Aku tidak ingin merawat luka terlalu lama. Aku yakin, memaafkan adalah salah satu cara untuk menerima dan ikhlas.