Posts

Day #30 I heal Myself

Image
Ternyata, pulang kepada-Nya adalah cara terbaik yang bisa aku lakukan untuk menyembuhkan luka. Pulang berarti kembali tersambung dengan-Nya, Tuhan yang maha segala. Dia yang sudah menulis skenario hidup manusia yang sayangnya masih sering disalahartikan.      Pulang kepada-Nya adalah kembali, mendekat sedekat-dekatnya, mengakui segala kelemahan dan kekhilafan diri yang takkan sanggup kembali berdiri tanpa kekuatan-Nya. Berdoa dengan penuh harap agar dititipi kesabaran terhadap takdir yang lalu ataupun yang masih tanda tanya, semoga selalu diberi kebijaksanaan mengambil pelajaran dari setiap ujian yang hadir.  Karena pada akhirnya, healing terbaik adalah pulang kepada-Nya, mengadukan seluruh luka sembari memohon diberi kelapangan untuk ikhlas menerima semuanya. Karena hati manusia dalam genggaman-Nya, setiap rasa sakit yang pernah memenuhinya tidak akan hilang tanpa kehendak-Nya.

Day #29 Terbanglah Resah

Doa-doa panjangku agar Dia membantuku melewati hari-hari dan melepas keresahan itu. Aku yang ketika dipenuhi kesedihan seringkali meragukan-Mu, kumohon Engkau yakinkan kembali. Bahwa janji-Mu adalah pasti. Aku yang sering tersungkur jatuh semoga selalu kau beri kekuatan untuk kembali berdiri dan melanjutkan langkah.  Aku yang kadang takut menghadapi esok, semoga Kau beri keberanian tuk menghadapi setiap ketakutanku, agar aku mampu untuk selalu hidup dengan perasaan yang lebih lega.  Aku yang tanpa sadar terlalu mengandalkan diri sendiri, semoga selalu kau ingatkan dengan cara-cara paling lembut.  Aku yang tiap kali tersesat, semoga selalu Kau beri petunjuk untuk kembali. Aku, dengan segala resah yang kadang memberatkan hari-hari, semoga Kau titipkan syukur yang dalam agar ketenangan selalu datang mengisi hati.  Allahu Rabbi … jangan biarkan sejengkal pun langkah kakiku tanpa bimbingan-Mu. Biarkan aku menjadikan Kau satu-satunya tempat bersandar, sepanjang usia yang s...

Day #28 Maaf Untuk Ayah dan Ibu

Meski aku pernah terluka oleh mereka, kini aku ingin memaafkan sebab ternyata itulah yang diinginkan-Nya. Tidak ada orang tua yang sempurna, tapi setiap orang tua tentu ingin mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Sebab cinta dan kasih sayang seorang ayah dan ibu seringkali tidak sesuai dengan bayangan sang anak. Selalu saja ada hal-hal yang mungkin berseberangan, kesalahpahaman yang malah melukai kedua pihak.  Sebuah hubungan memang bisa menjadi sangat kompleks—seperti di antara kita, ma, pak. Aku tidak akan mengungkit masa lalu mana pun. Aku hanya ingin memaafkan.  Ma, Pak, aku ingin memaafkan semuanya. Aku yang pernah menangis karena merasa terluka oleh kata-kata atau apa pun yang kunggap tidak seharusnya. Meski pernah ada kemarahan dan kecewa yang kusimpan sekian lama, kini aku hanya ingin memaafkan semuanya. Aku tidak ingin merawat luka terlalu lama. Aku yakin, memaafkan adalah salah satu cara untuk menerima dan ikhlas.

Day #27 Kegagalan Terbaik Dalam Hidupku

Image
Kegagalan yang pernah atau sedang dialami, yang mungkin menyisakan luka, tetapi ternyata memberikan pembelajaran berharga. Aku gagal menyelesaikan kuliah tepat waktu. Bagian terburuknya adalah, kegagalan ini tidak hanya tentang diriku sendiri, tapi ada orang lain yang terpaksa harus menerima konsekuensinya. Kalian pasti mengerti maksudku.  Dari sudut pandang orang banyak, aku tahu betul bagaimana mereka memandang sinis, menganggap kegagalan ini sebagai bentuk ketidakbecusanku dalam memikul tanggung jawab. Aku mafhum, memang mereka tidak sepenuhnya salah. Bagaimanapun, aku sudah kenyang dengan pertanyaan-pertanyaan menyebalkan yang dilontarkan tanpa empati ataupun asumsi pribadi yang sangat menyudutkan. Memang, semua kuterima dengan sakit hati awalnya, namun perlahan, seiring bertambahnya usia yang ternyata turut menambah perspektifku dalam memandang sesuatu yang membuatku tidak lagi ingin memusingkan semuanya. Terlalu menguras energi. Tanpa kusadari, aku menjadi lebih t...

Day #26 Ketika Semua Berubah

Hal yang aku takutkan dari perubahan dan bagaimana cara terbaik yang akan aku lakukan untuk menghadapinya. Jujur saja, aku tidak tahu harus menulis apa.  Karena perubahan adalah kepastian, kurasa aku tidak akan takut menghadapinya. Apa aku terlalu optimis dan percaya diri dengan segala perubahan yang menunggu di depan sana? Entahlah. Yang pasti, aku tidak akan menolak perubahan. Aku belajar menerima perubahan, bagaimana pun bentuknya.  Perubahan justru menyadarkanku bahwa tidak ada yang benar-benar abadi di dunia ini. Semua hal memang akan berubah. Seperti dunia tahun 90-an yang tentu saja menjadi sangat berbeda dengan dunia tahun 2022 saat ini. Teknologi yang semakin canggih membuat siapa pun harus beradaptasi jika tidak ingin ketinggalan. Anak-anak begitu akrab dengan gadget, berbagai macam permainan masa lalu perlahan ditinggalkan. Tidak perlu jauh-jauh, aku sendiri menyaksikannya langsung di sekitarku; anak-anak yang lebih suka fokusnya tersita depan layar daripada bermain...