Posts

Mencintai Al-Qur'an

Image
Sekiranya hatimu bersih, niscaya kamu tidak akan kenyang (bosan) dengan firman Tuhanmu. (Utsman Bin Affan R.A) Sudahkah kita mengkhatamkan Al-Qur'an? Sebuah pertanyaan yang patut kita renungkan dalam-dalam. Bahwa ramadan adalah bulan Al-Qur'an; momen terbaik untuk kembali meresapi ayat-ayat-Nya, mempelajari dan mentadabburi isinya, hingga mengkhatamkannya berkali-kali. Lantas, sudah sejauh manakah interaksi kita dengan Al-Qur'an?  Jika waktu kita masih terisi oleh banyak kesibukan-kesibukan yang melalaikan diri dari membacanya, maka tanyakan kembali "apakah kita betul-betul mencintai Al-Qur'an? " Sebab jika kita mencintainya tentu kita akan meluangkan waktu untuk slalu bersamanya, sesibuk apapun kita. Bukankah "cinta" adalah alasan dari banyak sebab termasuk: mengapa seseorang sulit meninggalkan sesuatu? Jawabannya; karena cinta. Demikian dengan Al-Qur'an, jika kita mengaku mencintainya maka buktikan dengan selalu mengisi detik-detik ...

Introspeksi Ramadan

Image
"Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadan dengan keimanan dan niat yang baik, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ." (HR. Bukhari) Sepuluh hari ramadan berlalu, beberapa pertanyaan mulai mendesak tuk direnungkan dalam-dalam.  Apa kabar ibadahku? Sudah maksimal kah? Ah, rasanya belum cukup maksimal.  Di sepertiga malamku masih kurang dengan sujud-sujud dan doa-doa panjang. Tilawahku tidak sebanyak di awal ramadan, bahkan lajunya kian melambat. Dzikir pagi dan petang kadang tidak utuh juga jumlah rakaat salat dhuha yang masih begitu-begitu saja. Ibadah-ibadah lain pun rasanya masih sangat jauh dari kata efektif. Sungguh, betapa banyak waktu berlalu namun  aku masih penuh dengan penundaan hingga prioritas harian sering tak berjalan sesuai harapan. Seketika aku merasa ditikam oleh penyesalan akan detik-detik yang kubiarkan berlalu dalam kelalaian.  Adakah ramadan selanjutnya masih kujumpai?  Sebuah pertanyaan misterius untuk me...

Dear Jomblo

Image
"Jom(b)lo itu pilihan"  demikian kalimat pembelaan mereka yang merasa tidak nyaman atau mungkin kurang sepakat jika jomblo sering disandingkan dengan kata-kata kurang mengenakkan seperti;  tidak laku, fakir asmara, kesepian, kosong  dan sejumlah statement negatif yang men judge bahwa jomblo memang bukan sesuatu yang baik. Kadang, saya pun tidak mengerti dengan sejumlah meme komik yang membuli para jomblo. Pun di setiap acara kumpul-kumpul khususnya jika di pesta pernikahan mereka yang masih jomblo kerapkali dijadikan sasaran kalimat;  ciee yang jomblo... atau, kapan nyusul-etc... Semenyedihkan itukah seorang jomblo?  Jomblo itu pilihan,  sepenuhnya saya pun menyepakati kalimat ini. Bahwa menjadi jomblo tidak hanya pilihan tapi juga bagian dari prinsip hidup. Ya, saya termasuk seseorang yang menolak tegas aktivitas pacaran sebelum pernikahan. Bukan semata-mata karena pacaran memang tidak ada dalam syariat islam, lebih dari itu saya terlanjur sepak...

Pemaksaan

Image
Beberapa hal hanya bisa terwujud jika ada pemaksaan. Kata “paksa” tidak selalu berkonotasi dengan sesuatu yang tidak baik. Seperti dalam memulai sebuah habit pun kadang harus diawali dengan pemaksaan diri sebelum akhirnya betul-betul terbiasa hingga tidak akan ada lagi perasaan berat ataupun sulit seperti saat pertama kali; sebab masih ada unsur paksaan. Pun demikian, saat berhadapan dengan hal-hal yang nampak sangat sulit atau bahkan mustahil tuk terwujud, namun nyatanya kita bisa tetap berhasil berkat adanya pemaksaan. Sebuah pemaksaan baik; memaksa diri melawan seluruh ketidakberdayaan, rasa takut, ragu, pesimis hingga memaksakan diri tuk melampau batas kesanggupan itu sendiri. Kadang kita melihat sesuatu terlampau sulit tuk digapai, namun karena ada tekad dibarengi pemaksaan membuat kita mati-matian memperjuangkannya, hingga kita pun mungkin takkan menyangka jika hal besar tersebut (yang sebelumnya kita pun ragu akan kemampuan kita sendiri), nyatanya berhasil juga kita takluk...

Perempuan yang Masih Sendiri

Image
Aku masih sendiri sebab aku ingin eseorang yang kelak menjadi penggenapku mendapatkan yang terbaik. Seseorang yang akan kuberikan seluruh kasih sayang, juga cinta yang utuh. Cinta yang sekian lama kupelihara sepanjang kesendirianku. Cinta yang belum pernah terucap kepada laki-laki selain ia. Sebab kesendirianku selama ini adalah sebuah usaha menyusun sebaik-baik masa depan. Aku hanya sedang berusaha memperbaiki, juga memantaskan diri karena kelak, darikulah akan lahir generasi yang siap berdiri di barisan terdepan membela dan memperjuangkan agama-Nya. Menjadi sebaik-baik hamba, pun setaat-taat anak kepada kedua orang tuanya. Kesendirianku saat ini tidak lain agar nanti, ia adalah seseorang yang pertamakali merasakan sesuatu yang selama ini mati-matian kujaga. Percayalah, aku hanya ingin menggenggam tangannya sebagai tangan laki-laki pertamakali. Aku menjaga hati, juga diriku sepenuhnya untuk ia seorang. Karena kesendirianku adalah alasan paling tepat untuk menjaga diri. Kau t...